Ini Konsekuensi Bila Nasabah Jiwasraya Menolak Restrukturisasi

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya di kawasan Harmoni, Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

    Kantor Pusat Asuransi Jiwasraya di kawasan Harmoni, Jakarta. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Asuransi Jiwasraya (Persero) Hexana Tri Sasongko tidak mempermasalahkan penolakan dari sejumlah nasabah pemegang polis JS Saving Plan terhadap opsi restrukturisasi yang ditawarkan. Hexana menjelaskan konsekuensi dari pilihan yang diambil oleh para nasabah.

    Bagi yang tidak setuju direstrukturisasi, kata dia, maka (polis) akan tetap tinggal di Jiwasraya sebagai utang piutang. Mereka akan tinggal bersama aset yang tidak bersih.

    "Pembayarannya (klaim) mengandalkan nilai likuidasi aset tersebut yang belum tahu besaran dan waktunya," kata Hexana saat dihubungi di Jakarta, Senin, 14 Desember 2020. Tapi bagi yang setuju, maka akan ditransfer ke IFG Life, sebuah perusahaan baru yang dibentuk untuk menyelesaikan persoalan gagal bayar klaim nasabah Jiwasraya.

    Polis mereka akan ditransfer bersama aset yang sudah bersih. "Pembayaran dilakukan di sana sesuai dengan skema yang dipilih, kata Hexana.

    Sebelumnya pada Jumat, 11 Desember 2020, Hexana yang juga ketua Tim Percepatan Restrukturisasi Polis Jiwasraya telah menyampaikan skema restrukturisasi yang ditawarkan kepada nasabah. Salah satunya untuk nasabah JS Saving Plan.

    Alternatif utama adalah pembayaran nilai tunai secara penuh atau 100 persen dengan dicicil selama 15 tahun tanpa bunga. Selain itu ada opsi pembayaran klaim dengan tempo cicilan yang lebih cepat, yakni 5 tahun tanpa bunga.

    Terakhir, ada opsi cicilan klaim selama 5 tahun. Tapi di dalamnya, terdapat pembayaran di muka sebesar 10 persen oleh IFG Life dan adanya asuransi kecelakaan.

    Opsi-opsi ini yang ditolak oleh para nasabah. "Semua opsi restrukturisasi yang ditawarkan sangat memberatkan nasabah," kata," Roganda, salah satu perwakilan Forum Korban BUMN Jiwasraya pemegang polis JS Saving Plan dalam konferensi pers di hari yang sama.

    Mereka menilai opsi ini tidak mengutamakan asas keadilan dan win-win solution. Salah satunya dengan melibatkan bank penjual melalui pinjaman tanpa bunga dengan jaminan polis Jiwasraya.

    Hexana menyadari ada ketidakpuasan atas opsi yang ditawarkan. Tapi, kata dia, inilah upaya terbaik yang bisa dilakukannya bersama tim. "Kami mohon maaf atas ketidaknyamanannya," kata Hexana yang juga Ketua Tim Percepatan Restrukturisasi Polis Jiwasraya ini.

    Baca juga: Restrukturisasi Jiwasraya, IFG Life Siapkan 4 Produk Asuransi

    FAJAR PEBRIANTO


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.