Menjelang Libur Akhir Tahun, Okupansi Hotel di Bali Mendekati Normal

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang pegawai hotel mengenakan masker dan pelindung wajah membersihkan meja di restoran di Hotel Inaya Putri Bali, Nusa Dua, Bali, Jumat, 5 Juni 2020. Penggunaan pelindung wajah, masker, pengaturan jarak serta pembersihan dengan disinfektan merupakan persiapan menuju era normal baru di dunia usaha pariwisata Bali. Johannes P. Christo

    Seorang pegawai hotel mengenakan masker dan pelindung wajah membersihkan meja di restoran di Hotel Inaya Putri Bali, Nusa Dua, Bali, Jumat, 5 Juni 2020. Penggunaan pelindung wajah, masker, pengaturan jarak serta pembersihan dengan disinfektan merupakan persiapan menuju era normal baru di dunia usaha pariwisata Bali. Johannes P. Christo

    TEMPO.CO, Jakarta – Staf Khusus Komunikasi sekaligus Juru Bicara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Prabunindya Revta Revolusi, mengatakan okupansi hotel di Pulau Bali mendekati angka normal menjelang libur akhir tahun. Berdasarkan data terakhir, rata-rata kunjungan tamu meningkat menjadi 30-70 persen.

    “Ini mendekati normal karena ada pengaruh dari hibah pariwisata,” ujar Prabu saat dihubungi Tempo, Selasa, 15 Desember 2020.

    Tamu hotel di Pulau Dewata didominasi oleh wisatawan domestik karena saat ini pemerintah belum membuka pintu gerbang untuk turis asing. Di tengah tingginya minat wisatawan melancong ke Pulau Bali, Kementerian Pariwisata mewaspadai penyebaran virus corona.

    Prabu mengatakan Kementerian terus memastikan pelaku usaha dan pelancong disiplin menerapkan protokol kesehatan. Sebagai langkah antisipasi penularan Covid-19, saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah menerapkan program sertifikasi CHSE atau cleanliness, health, safety, and environmental sustainability yang diberikan secara gratis kepada pelaku usaha.

    Menurut Prabu, 900 pengelola usaha pariwisata di Bali telah mengantongi sertifikasi itu dan dinyatakan layak menerima pelancong. Kementerian Pariwisata menargetkan sertifikasi diberikan kepada 1.000 pengelola destinasi di Pulau Dewata.

    “Karena tantangan kami adalah saat libur panjang Natal dan tahun baru, wisatawan domestik sudah mengarah ke sana,” ucapnya.

    Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta wisatawan yang akan melancong ke Pulau Bali melakukan tes usap atau swab PCR H-2 dan tes antigen sebelum melakukan perjalanan. “Kami minta untuk wisatawan yang akan naik pesawat ke Bali wajib melakukan tes PCR H-2 sebelum penerbangan ke Bali serta mewajibkan tes rapid antigen H-2 sebelum perjalanan darat masuk ke Bali,” ujar Luhut.

    Luhut berpesan agar pemerintah setempat mengetatkan protokol kesehatan di rest area, hotel, dan tempat wisata. Untuk mengatur mekanismenya, Luhut meminta Menteri Kesehatan, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana, dan Menteri Perhubungan mengatur prosedurnya.

    Baca juga: Luhut Minta Wisatawan ke Bali Tes PCR H-2

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.