Trending Bisnis: Dari Penolakan Boikot JNE hingga Faisal Basri Soal Vaksinasi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas mengecek alamat paket sebelum dikirim, di Kantor Pusat JNE, Jakarta, 16 Oktober 2017. Tempo/Tony Hartawan

    Petugas mengecek alamat paket sebelum dikirim, di Kantor Pusat JNE, Jakarta, 16 Oktober 2017. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta -Berita trending ekonomi dan bisnis sepanjang Senin, 14 Desember 2020, dimulai dari Asperindo menentang keras imbauan pemboikotan kepada JNE di media sosial hingga ekonom senior UI Faisal Basri mengemukakan pandangannya tentang kebijakan pemerintah Indonesia yang tak menggratiskan vaksin Covid-19 bagi sebagian penduduk.

    Adapula berita tentang BKN angkat bicara menanggapi kabar perubahan skema gaji PNS akan diberlakukan pada awal tahun depan dan berita Bio Farma mengimbau masyarakat menunggu pengumuman resmi pemerintah terkait petunjuk teknis pelaksanaan pemesanan pre-order Vaksinasi Covid-19 jalur mandiri.

    Berikut empat berita trending bisnis sepanjang kemarin:

    1. Tolak Keras Imbauan Boikot JNE, Pengusaha: Dapat Terjadi ke Perusahaan Lainnya 

    Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) menyampaikan pembelaan untuk PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE). Pembelaan disampaikan setelah munculnya isu pemboikotan JNE viral di media sosial, twitter.

    "Asperindo menentang keras himbauan pemboikotan kepada JNE," kata Direktur Eksekutif Asperindo Syarifuddin dalam keterangan tertulis pada Ahad, 13 Desember 2020.

    Sebelumnya, akun twitter perusahaan @JNE_ID mengunggah ucapan selamat ulang tahun ke-30 dari Haikal Hassan pada 4 Desember 2020. Haikal tak lain adalah juru bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212 atau PA 212.

    Barulah setelah itu mulai muncul isu pemboikotan terhadap JNE. Di twitter, beberapa tagar muncul pada 11 Desember 2020, seperti #BoikotJNE hingga #JNEKadrun

    Presiden Direktur JNE Mohammad Feriadi menegaskan bahwa perusahaannya selama ini merangkul semua golongan. "JNE sebagai perusahaan pengiriman ekspres dan logistik bersifat netral," kata Feriadi di hari yang sama.

    Lebih jauh, Syarifuddin menyatakan, isu boikot ini bisa saja meluas, dan tak hanya terjadi kepada JNE saja, tapi juga anggota asosiasi lainnya. "Karena hal semacam ini pun juga dapat terjadi kepada perusahaan anggota Asperindo lainnya," ucapnya. Saat ini, ada 354 perusahaan yang menjadi anggota asosiasi.

    Baca berita selengkapnya di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.