Eropa Targetkan Nol Emisi pada 2050, Suharso Monoarfa: Ini Peringatan Dini

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan PerencanaanPembangunan Nasional Suharso Monoarfa.

    Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan PerencanaanPembangunan Nasional Suharso Monoarfa.

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa mengatakan Eropa akan mulai menggalakkan gerakan nol emisi secara bertahap. Puncaknya pada 2050, negara-negara di Eropa tidak akan lagi menerima produk-produk manufaktur yang diproduksi tanpa mendukung keberlangsungan langit biru.

    “Ini peringatan dini karena Eropa sudah akan mulai pada 2030 dan puncaknya 2050,” ujar Suharso dalam webinar, Ahad, 13 Desember 2020.

    Suharso menyebut Indonesia harus mulai bertransformasi ke penggunaan bahan bakar ramah lingkungan sebagai pendukung seluruh kegiatan, termasuk di sektor industri. Negara juga dianggap perlu segera meningkatkan kontribusi energi baru terbarukan yang sampai saat ini pemanfaatannya masif belum optimal.

    Menurut dia, langkah Eropa untuk menggalakkan gerakan nol emisi merupakan tantangan yang mau tidak mau harus dihadapi. Apalagi selama ini, pemanfaatan sumber energi ramah lingkungan masih menghadapi persoalan lantaran biayanya relatif lebih tinggi.

    “Memang perdebatannya soal cost,” ucap Suharso. Meski demikian, dia mengatakan Indonesia harus terus bertransformasi.

    Ihwal transformasi, Suharso menyatakan ekonomi Indonesia juga mesti didesain ulang agar selaras dengan tantangan pembangunan terkini. Politikus PKB ini berharap transformasi bisa segera mengembalikan kondisi perekonomian yang terganggu akibat pandemi.

    “Kunci sukses transformasi ekonomi adalah pengorganisasian dan pengindustrialisasian yang baik,” katanya.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.