Menkominfo Sebut Indonesia Butuh Internet Cepat, Andal dan Aman

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate dalam acara digital Peluncuran Google Cloud Platform (GCP) Region Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020. (cloudonair.withgoogle.com)

    Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate dalam acara digital Peluncuran Google Cloud Platform (GCP) Region Jakarta, Rabu, 24 Juni 2020. (cloudonair.withgoogle.com)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Gerald Plate mengatakan Indonesia membutuhkan jaringan Internet cepat, andal, dan aman untuk mendukung percepatan transformasi digital, khususnya di bidang maritim. Pernyataan itu ia sampaikan saat membuka acara Hari Nusantara 2020, Ahad, 13 Desember 2020.

    “Pemanfaatan internet dari hulu ke hilir, khususnya kegiatan ekonomi digital untuk mendukung aktivitas ekonomi maritim akan mempercepat perwujudan visi Indonesia sebagai poros maritim dunia,” ujar Johnny dalam pidato yang disiarkan secara virtual.

    Johnny menyatakan Kementeriannya telah menetapkan sejumlah kebijakan untuk mengakselerasi terselenggaranya sistem digital. Pertama, Kementerian mengupayakan pemerataan akses Internet WiFi di seluruh wilayah, termasuk 3.126 fasilitas pelayanan kesehatan.

    Percepatan jaringan WiFi ke fasilitas kesehatan itu lebih cepat tujuh tahun dari target yang ditetapkan. Sebelumnya, pemerintah menetapkan jaringan WiFi terpasang di lebih dari 3.000 titik layanan kesehatan pada 2027.

    Kedua, Kementerian melakukan percepatan penetrasi jaringan 4G ke 12.548 desa dan kelurahan yang dikenal dengan lokasi blankspot. Penetrasi jaringan menyasar ke daerah 3T, yaitu terdepan, terpencil, dan tertinggal maupun non-3T. Johnny mengatakan target ini semula ditetapkan selesai pada 2032.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.