Tagar Boikot JNE Viral di Twitter, Bagaimana Dampaknya ke Transaksi Ekspedisi?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bersaing Mengirim Barang

    Bersaing Mengirim Barang

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur PT TIKI Jalur Nugraha Ekakurir atau JNE, Mohamad Feriadi Soeprapto mengatakan tidak ada dampak pada jumlah transaksi yang dibukukan perusahaan ekspedisi tersebut usai ramai soal seruan boikot JNE di media sosial Twitter.

    "Alhamdulillah kami tidak melihat itu berdampak pada jumlah transaksi, mohon doa dan dukungannya," kata Feriadi saat dihubungi, Ahad, 13 Desember 2020.

    Dia mengatakan keramaian mengenai tagar itu, sejauh ini kondisinya mulai baik. Dukungan dari pengguna dan masyarakat melalui sosial media terus diterima JNE.

    "Dan semua bercerita positive mengenai JNE," ujar Feriadi.

    Sebelumnya ramai di Twitter yang menyebut perusahaannya mendukung Haikal Hassan, juru bicara Persaudaraan Alumni 212 atau PA 212.

    Isu ini muncul setelah akun Twitter perusahaan @JNE_ID mengunggah ucapan selamat ulang tahun ke-30 dari Haikal pada 4 Desember 2020. Cuitan tersebut kemudian berkembang viral.

    "JNE sebagai perusahaan pengiriman ekspres dan logistik bersifat netral," kata Feriadi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat, 11 Desember 2020.

    Di dalamnya, bahkan termasuk ucapan selamat dari mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok pada 11 Desember 2020.

    Lebih jauh Feriadi menjelaskan bahwa perusahaannya merangkul semua golongan dan tidak memandang latar belakang agama, suku, ras, dan pandangan politik manapun. Selain itu, JNE juga tetap merangkul 50 ribu karyawan mereka yang berasal dari berbagai latar belakang tersebut.

    HENDARTYO HANGGI | FAJAR PEBRIANTO

    Baca: Harbolnas 12.12, Boikot JNE Jadi Trending di Twitter Karena Ini


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.