Erick Thohir: Jangan Terjebak, Vaksin Cina dan Vaksin Amerika Sama Baiknya

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan telah bertemu dengan Penasehat Perdana Menteri Jepang, Izumi Hiroto di Kantor Perdana Menteri Jepang pada Kamis, 3 Desember 2020. Pertemuan ini untuk meraih dukungan atas pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia atau dikenal sebagai Nusantara Investment Authority (NIA). Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir dan Duta Besar RI Heri Akhmadi. (sumber: Kemenko Maritim)

    Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan telah bertemu dengan Penasehat Perdana Menteri Jepang, Izumi Hiroto di Kantor Perdana Menteri Jepang pada Kamis, 3 Desember 2020. Pertemuan ini untuk meraih dukungan atas pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia atau dikenal sebagai Nusantara Investment Authority (NIA). Turut hadir dalam pertemuan tersebut, Menteri BUMN Erick Thohir dan Duta Besar RI Heri Akhmadi. (sumber: Kemenko Maritim)

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menjamin vaksin Covid-19 yang akan didatangkan pemerintah nantinya memiliki kualitas yang baik.

    "Jangan terjebak bahwa ini vaksin Cina, vaksin Amerika, semua vaksin yang sudah masuk data WHO dan juga masuk ke uji klinis tahap 2 semua sama baiknya," ujar Erick dalam webinar, Sabtu, 12 Desember 2020.

    Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor H.K.01.07/Menkes/9860/2020 vaksin yang akan digunakan untuk vaksinasi antara lain buatan Pfizer, Moderna, Sinovac, Sinopharm, AstraZeneca, dan Vaksin Merah Putih buatan Bio Farma.

    Menurut Erick, dalam melakukan vaksinasi yang terpenting adalah penularan dan jumlah kematian akibat Covid-19 bisa ditekan. Dengan demikian, perekonomian Indonesia bisa bergairah kembali di 2021.

    "Sesuai Keputusan Menkes kita akan pakai vaksin AS, vaksin Arab, Vaksin Cina, yang penting vaksinasi kita yakini bisa menekan penularan dan jumlah kematian. Ini yang paling penting," ujar Erick.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    4 Fakta Kasus Suap Pajak, KPK Bidik Pejabat Dirjen Pajak dan Konsultan

    KPK menetapkan pejabat Direktorat Jenderal atau Dirjen Pajak Kementerian Keuangan sebagai tersangka dalam kasus suap pajak. Konsultan juga dibidik.