Tinggal Tunggu Izin Edar, Indonesia Segera Produksi Pendeteksi Covid-19

Reporter:
Editor:

Anton Aprianto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kata

    Kata "COVID-19" tercermin dalam setetes jarum suntik dalam ilustrasi yang diambil pada 9 November 2020. [REUTERS / Dado Ruvic / Ilustrasi]

    TEMPO.CO, Jakarta - Dalam waktu dekat, Indonesia akan memproduksi alat pendiagnosis Covid-19 dengan harga terjangkau secara massal. Alat yang dinamakan GeNose itu bisa mendeteksi Covid-19 melalui hembusan napas. Selain murah, alat ini diklaim juga akurat dan bisa menunjukkan hasil diagnosis yang cepat.

    Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro mengatakan alat ini akan diproduksi peneliti dari Universitas Gadjah Mada akan memproduksi alat diagnosis Covid-19 dengan harga terjangkau secara massal. Di mana, kata dia, alat yang dinamakan GeNose itu, bisa mendeteksi Covid-19 melalui hembusan napas.

    "Ini inovasi yang luar biasa. Pertama alat itu mendeteksi virus itu adanya di saluran pernapasan, itu artinya nafas kita mengandung suatu senyawa yang bisa diindikasikan terpapar oleh Covid 19," kata Bambang dalam Ngobrol @Tempo secara virtual, Jumat, 11 Desember 2020.

    Waktu pemeriksaan, kata dia, juga membutuhkan waktu cepat. Di mana, saat ia mencoba sendiri, pemeriksaan hanya membutuhkan waktu di bawah 3 menit. Sedangkan tingkat akurasi alat itu mencapai di atas 90 persen.

    "90 persen yang mencoba GeNose hasilnya konsisten dengan hasil yang dilakukan swab atau PCR. Jadi kita punya harapan ini bisa menjadi alternatif atau menyeimbangkan pemulihan dan penanganan kesehatannya," kata dia.

    Dia menuturkan pada dasar saat ini semua sudah siap untuk diproduksi massal dan siap untuk dipakai. Para pengembang di UGM menyatakan masih ada satu laporan akhir yang perlu dilaporkan ke Kementerian Kesehatan agar alat tersebut mendapatkan izin edar.

    Selain itu, para peneliti juga sudah menemukan plastik yang bisa menyimpan hembusan nafas, kemudian langsung dianalisa dengan mesin. Harga satu unit alatnya sekitar Rp 60 juta, tapi bisa dipakai untuk 100 ribu pemeriksaan.

    "Perkiraan biaya per pemeriksaan dengan menghitung operator, plastik, maka per tes di perkirakan Rp 15 ribu. Menurut saya, ini salah satu alat mendeteksi yang termurah tapi akurat," kata Bambang.

    HENDARTYO HANGGI

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Sah Tidak Sah Bitcoin sebagai Alat Pembayaran yang di Indonesia

    Bitcoin menjadi perbincangan publik setelah Tesla, perusahaan milik Elon Musk, membeli aset uang kripto itu. Bagaimana keabsahan Bitcoin di Indonesia?