Dampak Pandemi, Pertumbuhan Investor Baru di Kawasan Industri Melambat

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) didampingi Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti (kanan) dan Direktur Produksi Kefarmasian Kementrian Kesehatan Agusdini Banun Saptaningsih (kiri) menekan tombol bersama saat grounbreaking pembangunan pabrik vaksin COVID-19 di Kawasan Modern Industri Cikande, Serang, Banten, Selasa 24 November 2020. Pembangunan pabrik di bawah bendera PT Jakarta Biopharmaceutical Industry dengan biaya Rp500 miliar tersebut mulai akhir tahun 2021 diharapkan sudah bisa berproduksi dengan kapasitas 150 juta vaksin per tahun untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan sebagian untuk diekspor. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko (tengah) didampingi Kepala Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny Kusumastuti (kanan) dan Direktur Produksi Kefarmasian Kementrian Kesehatan Agusdini Banun Saptaningsih (kiri) menekan tombol bersama saat grounbreaking pembangunan pabrik vaksin COVID-19 di Kawasan Modern Industri Cikande, Serang, Banten, Selasa 24 November 2020. Pembangunan pabrik di bawah bendera PT Jakarta Biopharmaceutical Industry dengan biaya Rp500 miliar tersebut mulai akhir tahun 2021 diharapkan sudah bisa berproduksi dengan kapasitas 150 juta vaksin per tahun untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan sebagian untuk diekspor. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

    TEMPO.CO, Jakarta – Investasi dari calon pemodal asing diperkirakan masih akan lesu hingga penghujung tahun ini. Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI), Sanny Iskandar, mengatakan pemerintah masih akan kesulitan merangsang masuknya pemodal asing karena krisis ekonomi selama pandemi Covid-19.

    “Mau yang relokasi ataupun investasi baru, masih lamban karena pemodal sampai sekarang cenderung wait and see,” ucapnya kepada Tempo, Kamis 10 Desember 2020. 

    Pada paruh pertama tahun ini, kata dia, terdapat 51 investor baru yang masuk ke 19 kawasan industri di seluruh penjuru Indonesia. Meski lebih dari separuhnya merupakan investasi asing, realisasi semester pertama itu masih jauh dari capaian 2019, saat pemerintah bisa menarik 124 investor ke 23 kawasan industri. “Sampai tutup 2020, sepertinya mengejar 100 investor pun tak sampai,” katanya.

    Sanny yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi menyarankan regulator berfokus menyiapkan fasilitas kawasan, sambil menunggu minat investasi naik lagi.

    Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pun didesak memperkuat promosi area industri baru di luar Pulau Jawa. Saat ini, dia menilai tawaran masih terpaku pada Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, Jawa Tengah.

    Staf Ahli Bidang Peningkatan Daya Saing Penanaman Modal BKPM, Heldy Satrya Putera, sebelumnya mengungkapkan pandemi Covid-19 menghajar arus penanaman modal asing hingga anjlok 30-40 persen secara global.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspadai Komplikasi Darah Akibat Covid-19

    Komplikasi darah juga dapat muncul pasca terinfeksi Covid-19. Lakukan pemeriksaan preventif, bahan ketiksa sudah sembuh.