Pelajaran dari Kelangkaan Kontainer, Ini Akar Masalah dan Solusinya

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana pelabuhan peti kemas Pelindo II.

    Suasana pelabuhan peti kemas Pelindo II.

    TEMPO.CO, Jakarta - Kelangkaan kontainer kosong untuk kebutuhan ekspor menjadi pelajaran Indonesia untuk mulai memaksimalkan industri pengolahan dalam negeri. Dengan demikian, dalam jangka panjang Indonesia dapat menjadi hub internasional. 

    Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita menuturkan kunci agar Indonesia tidak kekurangan kontainer adalah dengan menjadikan pelabuhan di Indonesia sebagai hub internasional. Sementara itu, kendala utama Indonesia menjadi hub internasional karena secara umum impor dan ekspor yang belum seimbang.

    "Jadi selama 6 bulan impor berkurang drastis karena pandemi mengakibatkan stok kontainer menjadi menepis di Indonesia, dan saking tipisnya sehingga ekspor yang memakai kontainer susah mendapatkan kontainer kosong," ujarnya kepada Bisnis, Rabu 9 Desember 2020.

    Menurutnya ketika hasil alam Indonesia diolah di dalam negeri dan menjadi barang jadi model pengirimannya akan berubah dari yang terbiasa ekspor menggunakan tongkang menjadi kontainer.

    Dia mencontohkan ekspor nikel menggunakan tongkang, sementara ketika sudah menjadi baterai, diekspor menggunakan kontainer. Dengan bertambahnya muatan ekspor kontainer Indonesia keseimbangan antara kontainer ekspor dan impor dapat terjadi.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.