Trending Bisnis: Diskon KFC 50 Persen dan Matinya CCTV di TKP Dipertanyakan

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengunjung menikmati makanan di meja yang diberi pembatas banner bergambar karakter di KFC Salemba, Jakarta, Selasa 23 Juni 2020. Banner bergambar tersebut berguna untuk pembatas bagi pengunjung yang makan di tempat di fase new normal. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Pengunjung menikmati makanan di meja yang diberi pembatas banner bergambar karakter di KFC Salemba, Jakarta, Selasa 23 Juni 2020. Banner bergambar tersebut berguna untuk pembatas bagi pengunjung yang makan di tempat di fase new normal. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, JakartaBerita trending ekonomi dan bisnis sepanjang Rabu, 8 Desember 2020, dimulai dari berita tentang diskon 5 potong ayam KFC seharga Rp 40 ribuan dan ombudsman minta pengelola jalan tol soal CCTV yang mati di TKP penembakan FPI. 

    Adapula prediksi JP Morgan atas kapitalisasi Gojek dan Tokopedia jika melantai di bursa saham serta ombudsman mempertanyakan matinya CCTV di TKP penembakan 6 anggota FPI. 

    Berikut berita yang trending pada hari kemarin:

    1. KFC Tebar Diskon Lagi, 5 Potong Ayam Dibanderol Rp 40 Ribuan

    Restoran siap saji PT Fast Food Indonesia Tbk. atau KFC kembali menggelar program diskon 50 persen. Program potongan harga itu diperuntukkan pelanggan yang membeli lima potong ayam.

    "Lagi scroll timeline buat cari inspirasi makanan? Nah pas banget nih, KFC lagi ada diskon 50 persen," tulis dalam Instagram @kfcindonesia, Rabu, 9 November 2020.

    Dengan adanya program diskon tersebut, harga jual lima potong ayam harganya hanya Rp 41.818. Sebelumnya lima potong ayam dibanderol di harga Rp 84.090.

    2. CCTV Mati di TKP Penembakan Anggota FPI, Ombusdman Minta Pengelola Tol Jelaskan

    Ombudsman Republik Indonesia segera melakukan klarifikasi kepada pengelola jalan tol mengenai matinya CCTV di Jalan Tol Jakarta - Cikampek pada Senin dini hari, 7 Desember 2020. Perkara CCTV itu menghangat setelah adanya peristiwa penembakan 6 anggota Front Pembela Islam atau FPI oleh polisi KM 50 jalur bebas hambatan tersebut pada waktu tersebut.

    "Sesuai prosedur, kami minta penjelasan tertulis dulu. Karena hari ini libur, mungkin Kamis, Jumat. Paling lambat Senin, kami akan melakukan klarifikasi dengan pengelola jalan tol dan instansi terkait," ujar anggota Ombudsman Alvin Lie kepada Tempo, Rabu, 9 Desember 2020.

    Alvin mengatakan Ombudsman merasa perlu mengetahui berapa lama CCTV di lokasi tersebut mati dan apa penyebabnya. Ombudsman juga akan melihat wajar tidaknya CCTV tersebut mati dan apakah ada sistem pendukungnya.

    3. Ombudsman Pertanyakan Matinya CCTV di Sekitar TKP Penembakan 6 Anggota FPI

    Ombudsman Republik Indonesia mempertanyakan matinya CCTV di Jalan Tol Jakarta - Cikampek pada Senin dini hari, 7 Desember 2020. Perkara CCTV itu menghangat setelah adanya peristiwa penembakan anggota FPI (Front Pembela Islam) oleh polisi KM 50 jalur bebas hambatan tersebut pada waktu tersebut.

    "Ketika CCTV mati, ini sebenarnya standar pelayanan publik di jalan tol mengalami penurunan, tidak sesuai standar," kata anggota Ombudsman RI Alvin Lie kepada Tempo, Rabu, 9 Desember 2020. Ombudsman, tutur dia, melihat dari perpektif standar pelayanan publik.

    Keberadaan CCTV, menurut Alvin, berfungsi untuk memantau kondisi, sekaligus menjadi barang bukti apabila terjadi peristiwa kecelakaan, kemacetan, atau orang sakit. Sehingga, pengelola bisa memobilisasi bantuan atau melakukan evakuasi, maupun mengurai kemacetan di sana.

    4. Begini Prediksi JP Morgan soal Kapitalisasi Gojek dan Tokopedia Jika Listing

    JP Morgan Sekuritas Indonesia memperkirakan dalam satu hingga tiga tahun ke depan, sejumlah perusahaan internet unicorn di Tanah Air akan mulai melakukan penawaran saham umum perdana. Dalam hitungannya, Gojek dan Tokopedia jika melakukan IPO bakal langsung masuk ke daftar 10 emiten berkapitalisasi terbesar di Indonesia.

    Dalam riset yang dipublikasikan Ahad lalu, 6 Desember 2020, J.P. Morgan Sekuritas Indonesia menyebutkan aksi korporasi dari sejumlah unicorn ini juga bakal menjadi katalis positif untuk indeks acuan. 

    Head of Indonesia Research & Strategy JP  Morgan Sekuritas Indonesia Henry Wibowo mengatakan ekonomi digital Indonesia saat ini berada di kisaran US$ 50 miliar. Angka ini setara dengan 5 persen GDP, dan kurang dari 10 persen kapitalisasi pasar modal.

     

     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Merawat Lidah Mertua, Tanaman Hias yang Sedang Digemari

    Saat ini banyak orang yang sedang hobi memelihara tanaman hias. Termasuk tanaman Lidah Mertua. Bagai cara merawatnya?