Jusuf Kalla Ingatkan Masalah Distribusi Vaksin Covid-19 di Indonesia

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vaksin covid 19. Foto: 123rf

    Vaksin covid 19. Foto: 123rf

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan kedatangan vaksin Covid-19 menjadi harapan untuk pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, kata dia, jangan lupa bahwa yang perlu divaksinasi ada masuk 270 juta penduduk.

    "Kalau yang divaksinnya harus 200 juta dua kali berarti harus 400 juta suntikan. Kalau orang bisa nyuntik 1 juta sehari, itu berarti 1,5 tahun," kata Jusuf Kalla dalam seminar virtual Indef, Rabu, 9 Desember 2020.

    Meski vaksin saat ini sudah ada di Indonesia, namun kata dia, masih kendala dalam distribusinya nanti. Terutama, kendala dalam sistem logistik Indonesia.

    "Karena kita negara kepulauan, tidak semudah Malaysia. Kita negara kepulauan terpisah, logistiknya menjadi tantangan," kata JK.

    Padahal, kata dia, salah satu penyebab utama krisis ekonomi saat ini adalah krisis kesehatan. Namun, masih banyak masalah sebelum mengatasi krisis kesehatan, untuk menjamin ekonomi kembali baik.

    Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan 1,2 juta vaksin Covid-19 tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada Ahad malam, 6 Desember 2020.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.