Hindari Kerugian, Operator Kurangi Kapasitas Angkut Kapal Kargo

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Truk angkutan logistik memasuki kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa 19 Mei 2020. Pada H-5 Idul Fitri, arus mudik di Pelabuhan Ketapang terpantau ramai penumpang pejalan kaki dari Pulau Bali, sedangkan dengan tujuan Pulau Bali didominasi angkutan logistik. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

    Truk angkutan logistik memasuki kapal di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa 19 Mei 2020. Pada H-5 Idul Fitri, arus mudik di Pelabuhan Ketapang terpantau ramai penumpang pejalan kaki dari Pulau Bali, sedangkan dengan tujuan Pulau Bali didominasi angkutan logistik. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya

    Wakil Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API), Anne Patricia Sutanto, membenarkan  biaya ekspor dan impor melonjak hingga 100-200 persen lebih tinggi dari rate normal. Peningkatan itu dilihat dari ketentuan pengiriman cost and freight (CNF); serta cost, insurance, and freight (CIF).

    “Tapi kami tidak bisa meningkatkan harga jual produk, kalau karena demand bisa menurun,” ucapnya.

    Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, juga mencatat harga freight naik tidak wajar. Harga kontainer 40 feet ke Cina yang normalnya berkisar antara US$ 400-500, dia mencontohkan, kini naik hingga US$ 2.500. “Kontainer kosong tertahan dan menyebabkan kelangkaan di negara lain.”

    Pemerintah pun sempat menggelar rapat khusus untuk membahas solusi jangka pendek maupun jangka panjang. Pilihan yang masih rasional, menurut dia, adalah optimlaisasi penggunaan Pusat Logistik Berikat untuk menampung barang-barang yang gagal ekspor karena tidak memperoleh ruang kapal.

    Baca: Kemenhub Gelar Uji Petik Kapal untuk Persiapan Libur Natal dan Tahun Baru

    VINDRY FLORENTIN | YOHANES PASKALIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.