Jokowi: Jangan Sampai E-commerce Didominasi Pembelian Produk Impor

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan ulang tahun ke-9 Bukalapak di Jakarta Convention Center, Jakarta, 10 Januari 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    Presiden Joko Widodo menghadiri peringatan ulang tahun ke-9 Bukalapak di Jakarta Convention Center, Jakarta, 10 Januari 2019. TEMPO/Ahmad Faiz

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan jangan sampai pembelian produk impor mendominasi transaksi di industri perdagangan daring (e-commerce).

    “Jangan sampai perdagangan online didominasi oleh pembelian produk impor. Jangan sampai marketplace yang ada lebih banyak dimanfaatkan oleh para pelaku industri kreatif global. Kita harus bisa membaliknya,” kata Presiden dalam pernyataan yang disampaikan di akun media sosial Sekretariat Presiden, Jakarta, Senin, 7 Desember 2020.

    Pernyataan Presiden itu disampaikan dalam perhelatan Anugerah Bangga Buatan Indonesia Tahun 2020.

    Presiden mengatakan produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) domestik harus menjadi tuan rumah di pasar domestik dan mampu membanjiri situs perdagangan daring dengan kualitas produk yang baik. Dengan program percepatan transformasi digital, dia meyakini, industri kreatif nasional akan mampu merebut pasar global dan bersaing dengan negara-negara lain.

    "Dan sekaligus menjadi duta dan branding Indonesia di masyarakat internasional," ujar Presiden.

    Jokowi mengingatkan Indonesia memiliki potensi pasar dan konsumsi yang sangat besar dengan jumlah penduduk hingga 270 juta jiwa. Dengan potensi pasar sebesar itu, jangan sampai industri dari negara lain yang meneguk keuntungan lebih banyak dibanding industri dalam negeri.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.