Saham BUMN Farmasi Naik Berkat Vaksin Covid-19, IHSG Ditutup Menguat 2,07 Persen

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    Ilustrasi saham atau IHSG. TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menembus level 5.900 setelah mencetak kenaikan 2 persen pada penutupan perdagangan hari ini, Senin, 7 Desember 2020. Penguatan indeks ikut ditopang saham badan usaha milik negara (BUMN) yang melonjak berkat sentimen kedatangan pertama vaksin Covid-19 buatan Cina.

    Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 120,28 poin atau 2,07 persen ke level 5.930,75. Sepanjang perdagangan IHSG mantap melaju di jalur hijau dengan rentang 5.854,30 hingga 5.941,35.

    Total perdagangan saham mencapai 25,84 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp 17,32 triliun. Investor asing mencatat torehan net buy senilai Rp 359,45 miliar. Secara kumulatif dalam sepekan terakhir, IHSG sudah naik 5,67 persen dan mengurangi koreksi secara year to date menjadi tinggal -5,85 persen.

    Saham BUMN menjadi penopang penguatan indeks hari ini. Berdasarkan bobot terhadap IHSG, saham PT Bank Central Asia Tbk. dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. memimpin penguatan masing-masing 2,03 persen dan 2,33 persen.

    Selain itu, penguatan indeks juga ditopang kenaikan saham PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) dan PT Indofarma Tbk (INAF). Saham KAEF naik 24,79 persen ke level 4.430 sedangkan saham INAF menguat 24,78 persen ke posisi 4.230.

    Secara umum, sebanyak 364 saham menguat, 126 saham melemah, dan 215 saham stagnan dibandingkan dengan posisi penutupan terakhir. Adapun seluruh sektor saham menguat dengan penguatan tertinggi dicetak sektor industri dasar sebesar 3,72 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Rekor Selama Setahun Bersama Covid-19

    Covid-19 telah bersarang di tanah air selama setahun. Sejumlah rekor dibuat oleh pandemi virus corona. Kabar baik datang dari vaksinasi.