Penyelundup Ekspor Benih Lobster Ditahan di Badan Karantina Ikan Batam

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Benih lobster yang akan diselundupkan di Jambi, 17 April 2019. Polisi berhasil mengagalkan upaya penyelundupan benis lobster senilai Rp 37 miliar. (Humas KKP)

    Benih lobster yang akan diselundupkan di Jambi, 17 April 2019. Polisi berhasil mengagalkan upaya penyelundupan benis lobster senilai Rp 37 miliar. (Humas KKP)

    TEMPO.CO, JakartaDirektorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan membekuk tiga pelaku penyelundup ekspor benih lobster di Dermaga Batu Ampar, Batam, Ahad, 6 Desember 2020. Sebanyak 42.500 benih diamankan dalam upaya penyelundupan tersebut.

    "Saat ini tersangka ditahan di Karantina Perikanan (Kantor Badan Karantina
    Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Laut/BKIPM) karena penyidikan di mereka," ujar Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga Bea dan Cukai Syarif Hidayat saat dihubungi pada Senin, 7 Desember 2020.

    Syarif menjelaskan penangkapan pelaku bermula dari adanya laporan terhadap rencana kegiatan ekspor benih lobster secara ilegal. Benih lobster akan dikirim ke Vietnam lewat Batam dan Singapura.

    Dari hasil penelitian, petugas menduga benih lobster tersebut dibawa penumpang Kapal Pelni KM Kelud. Kapal tersebut berangkat dari Jakarta pada 4 Desember 2020.

    Petugas Bea Cukai Batam kemudian berkoordinasi dengan BKIPM Batam untuk memeriksa kapal yang menjadi target operasi. Kapal tiba di Pelabuhan Batu Ampar pada Ahad, 6 Desember 2020 pukul 08.30 WIB.

    "Menindaklanjuti hasil penelitian sebelumnya, petugas kemudian melakukan boetzoeking (pemeriksaan kapal)," kata Syarif.

    Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan tiga karung baju yang dicampur dengan 157 bungkusan plastik berisi benih lobster. Petugas kemudian mengamankan tiga orang berinisial PB, DM, dan AS.

    Petugas juga menyita 41.500 benih lobster jenis pasir dan 1.000 benih lobster jenis mutiara. Barang bukti dan ketiga orang pelaku pun langsung diamankan di kantor BKIPM Batam untuk diperiksa lebih lanjut.

    "Pelbagai upaya penyelundupan yang sangat merugikan negara akan secara tegas ditindak,” ujar Syarif.

    Sumber Tempo yang mengetahui alur penyelundupan ekspor benur mengatakan nilai komoditas laut yang diselundupkan mencapai Rp 1,3 miliar. Angka itu berasal dari total harga jual benur jenis pasir senilai Rp 30 ribu per eko ditambah dengan benur mutiara seharga Rp 90 ribu.

    Baca: Hotman Sebut Hashim Belum Kantongi Izin Ekspor Benur, Susi: Yang Mane Bang?


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Setahun Pandemi Covid-19, Kelakar Luhut Binsar Pandjaitan hingga Mahfud Md

    Berikut rangkuman sejumlah pernyataan para pejabat perihal Covid-19. Publik menafsirkan deretan ucapan itu sebagai ungkapan yang menganggap enteng.