Terancam Pailit, Pengembang Meikarta Tunda Bayar Bunga Utang Rp 306,6 Miliar

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja beraktivitas di kawasan proyek pembangunan Apartemen Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa, 16 Oktober 2018. KPK telah menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro sebagai tersangka. ANTARA/Risky Andrianto

    Pekerja beraktivitas di kawasan proyek pembangunan Apartemen Meikarta di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Selasa, 16 Oktober 2018. KPK telah menetapkan Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin dan Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro sebagai tersangka. ANTARA/Risky Andrianto

    TEMPO.CO, Jakarta - Entitas usaha PT Lippo Cikarang Tbk. yang menggarap proyek properti Meikarta yakni PT Mahkota Sentosa Utama (MSU) resmi ditetapkan dalam keadaan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang Sementara (PKPU-S). Perusahaan tersebut juga menunda pembayaran bunga surat utang.

    Hal itu disampaikan oleh PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) melalui surat yang ditandatangani Direktur KSEI Syafruddin. Dalam surat tersebut tertulis bahwa terkait MSU yang dalam status PKPU sementara, dan dana yang belum efektif di rekening KSEI, maka pembayaran bunga surat utang jangka panjang dolar AS ditunda.

    "Surat utang itu ialah Surat Utang Jangka Panjang Mahkota Sentosa Utama I Tahun 2019 Seri A-E," ujar KSEI seperti dikutip dalam surat. KSEI juga mengumumkan kepada pemegang MTN bahwa pembayaran bunga yang seharusnya dilaksanakan pada hari ini, Senin, 7 Desember 2020, ditunda.

    Kelima seri surat utang itu memiliki nilai pokok masing-masing seri US$ 62 juta, US$ 56 juta, US$ 54 juta, US$ 42,38 juta, US$ 4,68 juta. Dengan begitu, total nilai utang mencapai US$ 219,06 juta, atau sekitar Rp 3,07 triliun (asumsi kurs Rp 14.000 per dolar AS).

    Adapun kupon tiap seri surat utang itu sebesar 10 persen. Dengan demikian, total bunga yang ditunda pembayarannya oleh pengembang yang terancam pailit itu senilai US$ 21,9 juta atau sekitar Rp 306,6 miliar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada, Penyakit Yang Terabaikan Saat Pandemi Covid-19

    Wabah Covid-19 membuat perhatian kita teralihkan dari berbagai penyakit berbahaya lain. Sejumlah penyakit endemi di Indonesia tetap perlu diwaspadai.