Indofarma Siap Penuhi Kebutuhan Alat Kesehatan Vaksinasi 2021

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Aktivitas pekerja di pabrik obat PT Indofarma (persero) Cibitung, Bekasi, Selasa (10/04). PT Indofarma akan melakukan investasi sebesar Rp 100 milliar untuk mengembangkan produksi generik dan herbal dan memenuhi kebutuhan bahan baku yang saat ini 90% masih Impor. TEMPO/Dasril Roszandi

    Aktivitas pekerja di pabrik obat PT Indofarma (persero) Cibitung, Bekasi, Selasa (10/04). PT Indofarma akan melakukan investasi sebesar Rp 100 milliar untuk mengembangkan produksi generik dan herbal dan memenuhi kebutuhan bahan baku yang saat ini 90% masih Impor. TEMPO/Dasril Roszandi

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Indofarma Tbk memastikan kebutuhan alat kesehatan (alkes) untuk kegiatan vaksinasi Covid-19 yang direncanakan pada tahun depan bisa terpenuhi. Direktur Utama Indofarma Arief Pramuhanto berujar industri alat kesehatan sudah bersiap memenuhi kebutuhan sejak program vaksinasi disampaikan pemerintah.

    Sehingga, kata Arief, perusahaan alat kesehatan dapat memenuhi kebutuhan progam vaksinasi tersebut. "Indofarma sendiri sudah memproduksi jarum suntik sehingga diharapkan pada saat program vaksinasi dimulai, maka jarum suntik sudah tersedia," ujar Arief kepada Tempo, Ahad 6 Desember 2020.

    Menurut Arief, Indofarma akan menggenjot sejumlah alkes yang mendukung vaksinasi, seperti alcohol swab, alat pelindung diri (APD), vaccine carrier (cool pack). Ia mengatakan pengadaan alkes itu merupakan peluang untuk memberikan kontribusi maksimal dalam memastikan penyediaan stok untuk vaksinasi 170 juta penduduk Indonesia.

    Adapun kapasitas produksi beberapa pabrik jarum suntik mampu menghasilkan 30-50 juta jarum suntik dalam satu bulan agar memadai untuk kebutuhan vaksin.

    Menurut Arief, kriteria khusus alat kesehatan khususnya jarum suntik untuk program vaksin Pemerintah adalah auto destruct syringe (ADS) untuk memastikan jarum suntik sekali pakai. "Target produksi jarum Suntik Indofarma di kisaran 35-40 juta jarum suntik per bulan," kata Arief.

    Direktur Itama Ranoraya Pratoto Raharjo mengatakan telah mendapatkan pesanan pengadaan jarum suntik Auto Disable Syringe (ADS) dari pemerintah. Pada tanggal 27 November lalu, ujar Pratoro, perusahaan distribusi alat kesehatan ini telah melakukan penandatanganan kontrak Sales and Purchase Agreement (SPA) sebanyak 111 juta unit jarum suntik ADS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.