Tersangka KPK, Mensos Juliari Batubara Kelola Bansos Rp 91 Triliun pada 2021

Reporter:
Editor:

Anton Aprianto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Sosial, Juliari P Batubara, saat penyerahan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

    Menteri Sosial, Juliari P Batubara, saat penyerahan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.

    TEMPO.CO, Jakarta -Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang tersangka dalam kasus pengadaan barang dan jasa program bantuan sosial alias bansos di Jabodetabek pada 2020.

    Ketua KPK Firli Bahuri menyebut kelima tersangka diduga melakukan tindak pidana korupsi berupa penerimaan hadiah atau janji oleh penyelenggara negara.

    Satu dari tersangka itu adalah Menteri Sosial Juliari Batubara. "KPK menetapkan lima tersangka," kata dia saat konferensi pers yang disiarkan virtual, Minggu dini hari, 6 Desember 2020.

    Selama pandemi Covid-19, Kementerian Sosial mendapat tugas menyalurkan bantuan sosial untuk mengurangi dampak buruk pandemi terhadap masyarakat. Sejumlah program bantuan sosial dalam rangka mengendalikan laju kemiskinan akibat pandemi juga sudah diperpanjang ke tahun 2021.

    "Kemensos memiliki program reguler yang selama ini sudah teruji efektif mengurangi kenaikan angka kemiskinan. Kami siapkan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Sembako. Kedua  program ini akan terus berjalan di tahun 2021, " kata Mensos Juliari pada pertengahan November lalu.

    DPR RI telah menyetujui pagu anggaran Kemensos tahun anggaran 2021 sebesar  Rp92,817 triliun. Dari angka tersebut, sebesar Rp91 triliun merupakan anggaran untuk bansos, atau meningkat dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp60,4 triliun.

    Untuk Bansos PKH ditetapkan pagu sebesar Rp30,4 triliun, dan untuk Program Sembako/Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) sebesar Rp44,7 triliun.

    "Tahun depan bansos PKH akan menjangkau 10 juta KPM, lebih besar dari tahun sebelumnya yang mencapai 9,2 juta KPM. Program sembako menjangkau 18,5 juta KPM. Indeksnya masing-masing masih sama yakni Rp200 ribu/KPM, " kata Mensos.

    Pemerintah melalui Kemensos juga masih akan melanjutkan satu bansos khusus selama pandemi, yakni BST. "BST masih kita lanjutkan dari bulan Januari sampai Juni 2021. Mencakup 9 juta KPM dengan indeks Rp200 ribu/KPM/bulan. Ini sifatnya fleksibel dengan tetap mengikuti arahan Bapak Presiden," ujar Mensos Juliari.

    Kemensos juga terus melanjutkan berbagai program yang diharapkan menambah efektivitas upaya meredam dampak pandemi baik di bidang rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, perlindungan sosial dan penanganan fakir miskin.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.