Didesak Netizen Bikin Konferensi Pers Jawab Hashim, Susi: Emangnya Saya Siapa?

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan keterangan terkait penangkapan kapal Vietnam, di Bandung, Jawa Barat, Senin, 25 Februari 2019. Tak hanya itu, kapal Vietnam tersebut juga memotong haluan laju KP. HIU MACAN 01 dalam menjalankan tugas saat mengamankan empat kapal Vietnam yang sedang melakukan aktivitas perikanan tangkap yang ilegal (illegal, unreported, unregulated fishing/IUUF) di laut Natuna Utara.  TEMPO/Prima Mulia

    Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti saat memberikan keterangan terkait penangkapan kapal Vietnam, di Bandung, Jawa Barat, Senin, 25 Februari 2019. Tak hanya itu, kapal Vietnam tersebut juga memotong haluan laju KP. HIU MACAN 01 dalam menjalankan tugas saat mengamankan empat kapal Vietnam yang sedang melakukan aktivitas perikanan tangkap yang ilegal (illegal, unreported, unregulated fishing/IUUF) di laut Natuna Utara. TEMPO/Prima Mulia

    TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti diminta warganet membuat konferensi pers untuk menjawab sejumlah pernyataan Hashim Djodjohadikusumo soal larangan ekspor benih bening lobster. Hashim sebelumnya berpendapat kebijakan Susi soal soal larangan ekspor itu keliru.

    “Bu @susipudjiastuti bikin konferensi pers aja utk menjawab semuanya,” tutur salah satu warganet di akun Twitter Susi.

    Susi kemudian menjawab. Jawaban itu mengisyaratkan bahwa ia tak perlu menggelar konferensi pers.

    “Emangnya saya siapa???” tutur Susi.

    Adik kandung Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, menyatakan sangat mendukung kebijakan budi daya dan ekspor lobster. Sebab, Indonesia punya potensi produk kelautan yang sangat besar.

    Dia lantas menilai kebijakan Susi Pudjiastuti saat menjabat Menteri Kelautan dan Perikanan untuk melarang ekspor benih lobster tidak tepat. "Sangat setuju (budidaya dan ekspor lobster). Kami mau Indonesia jadi superpower, adikuasa kelautan. Masak kita serahkan kepada Vietnam, saya enggak rela, saya enggak setuju," ujar Hashim.

    Hashim mengatakan pelarangan budi daya dan ekspor justru banyak merugikan nelayan. Ia mengklaim dapat masukan dari para pakar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.