Bantah Terkait Kasus Ekspor Benur, Hashim Djojohadikusumo: Saya Baru Tahu PT ACK

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN), Hashim Djojohadikusumo memasuki kediaman orang tuanya yang dijadikan pertemuan pimpinan partai pendukung Prabowo-Sandiaga di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Juni 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    Direktur Komunikasi dan Media Badan Pemenangan Nasional (BPN), Hashim Djojohadikusumo memasuki kediaman orang tuanya yang dijadikan pertemuan pimpinan partai pendukung Prabowo-Sandiaga di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Kamis, 27 Juni 2019. TEMPO/Irsyan Hasyim

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisaris PT Bima Sakti Mutiara, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan baru mengetahui adanya perusahaan logistik PT Aero Citra Kargo alias PT ACK. ACK sebelumnya diduga melakukan monopoli pengiriman kargo ekspor benur lobster.

    "Bahwa ada perusahaan namanya ACK, saya baru tahu Kamis lalu ada perusahaan kargo ACK, saya baru tahu satu hari kemudian ada perusahaan ini," ujar adik kandung Menteri Pertahanan Prabowo Subianto itu dalam konferensi pers di Jakarta Utara, Jumat, 4 Desember 2020.

    Dalam konferensi pers yang sama, kuasa hukum Hashim, Hotman Paris Hutapea, mengatakan PT Bima Sakti Mutiara belum memiliki izin ekspor benih lobster. Izin ekspor itu masih menunggu empat sertifikat yang perlu dipenuhi.

    Menurut Hashim, keluarganya tak ada kaitannya dengan perusahaan ACK. Ia justru merasa dirugikan dengan eksistensi dari perusahaan itu.

    "Terus terang saja kami sangat dirugikan dengan eksistensi perusahaan itu dan pelaku-pelakunya. Ini saya sampaikan supaya ada kejelasan. Kami merasa dikorbankan," ujar ayah dari calon wakil wali kota Tangerang Selatan, Rahayu Saraswati itu. "Saya menduga ada motivasi politik tertentu, untuk menjatuhkan nama keluarga kami."

    Hashim mengatakan telah lama berbisnis di bidang kelautan. Dan selama ini, ia mengklaim tidak pernah berbuat curang, apalagi korupsi dan melanggar peraturan-peraturan. Ia pun mengatakan sudah berniat untuk membudidayakan lobster, teripang, hingga kepiting.

    "Kami tidak mau negara lain seperti Vietnam jadi pesaing kita, kami tidak mau mereka melebihi kita, mengungguli kita. Kami mau Indonesia yang unggul. Maka kalah dikaitkan dengan ekspor benur, saya kira kebangetan. Kelewatan saya kira begitu," tutur Hashim.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.