PUPR: Realisasi Lelang Dini Proyek Infrastruktur Rp 46,6 T per 3 Desember

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 23 September 2020. Komisi V menyetujui pagu Kementerian PUPR dalam RAPBN 2021 sebesar Rp149,81 triliun, melonjak hampir dua kali lipat dari tahun ini, Rp75,63 triliun. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat mengikuti rapat kerja dengan Komisi V DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 23 September 2020. Komisi V menyetujui pagu Kementerian PUPR dalam RAPBN 2021 sebesar Rp149,81 triliun, melonjak hampir dua kali lipat dari tahun ini, Rp75,63 triliun. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, JakartaKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan atau PUPR mencatat total realisasi lelang dini paket infrastruktur senilai Rp46,63 triliun per 3 Desember 2020. 

    "Kementerian PUPR telah memulai lelang dini untuk percepatan realisasi pelaksanaan kegiatan infrastruktur TA 2021, sejak Oktober 2020," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat 4 Desember 2020.

    Adapun sebagaimana terekam dalam sistem e-monitoring pada 3 Desember 2020, total realisasi paket yang telah dilelang sebanyak 4.067 paket senilai Rp46,63 triliun. Seiring waktu jumlah paket yang dilelang dini akan terus bertambah.

    Memasuki tahun 2021, Menteri Basuki menyatakan amanah dan kepercayaan yang diberikan kepada Kementerian PUPR semakin besar seiring dengan alokasi APBN yang terus meningkat menjadi sebesar Rp149,8 Triliun.

    Menurutnya pagu anggaran tersebut akan difokuskan pada lima program untuk mendukung percepatan pemulihan ekonomi dan reformasi sosial dampak pandemi COVID-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.