Saham Melonjak 250 Persen, Pendiri BioNTech Masuk Daftar 500 Orang Terkaya Dunia

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ugur Sahin, pendiri BioNTech SE. wikipedia.org

    Ugur Sahin, pendiri BioNTech SE. wikipedia.org

    TEMPO.CO, Jakarta - Salah satu pendiri BioNTech SE, Ugur Sahin, bergabung dengan deretan 500 orang terkaya di dunia setelah Inggris menyetujui penggunaan vaksin Covid-19 yang dikembangkan BioNTech dengan Pfizer Inc.

    Dilansir dari Bloomberg, saham BioNTech melonjak hampir 8 persen minggu ini dan naik lebih dari 250 persen sepanjang 2020. Sahin sekarang adalah orang terkaya ke-493 di planet ini dengan kekayaan bersih US$ 5,1 miliar, menurut Bloomberg Billionaires Index.

    Sahin tidak menanggapi permintaan komentar yang dibuat melalui kantor pers BioNTech.

    Inggris adalah negara barat pertama yang menyetujui penggunaan vaksin Covid-19, membuka jalan untuk penyebaran vaksin yang menurut Pfizer dan BioNTech 95 persen efektif mencegah Covid-19.

    BioNTech masih menunggu keputusan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS dan regulator Uni Eropa.

    Perusahaan asal Jerman tersebut sebelumnya berfokus pada memerangi kanker. Tapi Sahin dan istrinya yang juga menjadi kepala petugas medis BioNTech, Ozlem Tureci, mempertajam fokus pada Covid-19 pada Januari setelah membaca studi yang meresahkan tentang penyebaran virus di sebuah keluarga yang pernah berkunjung ke Wuhan, Cina.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.