Minta Daya Saing Ekspor Ditingkatkan, Jokowi: Harus Penuhi Standar Pasar Global

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Joko Widodo akan membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke XXVIII secara resmi pada Sabtu malam 14 November 2020 di  Stadion Sikabu, di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

    Presiden Joko Widodo akan membuka Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Nasional ke XXVIII secara resmi pada Sabtu malam 14 November 2020 di Stadion Sikabu, di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat.

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan daya saing ekspor nasional khususnya usaha kecil dan menengah harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing dan meningkatkan nilai ekspor.

    "Daya saing ekspor khususnya usaha kecil dan menengah harus terus ditingkatkan. Gandeng UMKM di Indonesia menjadi satu kesatuan yang kuat untuk memenuhi order," ujar Presiden dalam acara Pelepasan Ekspor ke Pasar Global secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, 4 Desember 2020.

    Presiden mengatakan kerja sama usaha kecil dan menengah dengan perbankan dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) harus juga diperkuat. Selain itu perlu diperbanyak program seperti pelatihan terkait persoalan ekspor, khususnya bagi usaha kecil dan menengah.

    "Kita juga harus memenuhi standar pasar global dengan brand yang kuat dan packaging yang semakin baik. Ini yang akan meningkatkan ekspor kita," kata Presiden.

    Di bagian lain Jokowi juga meminta atase perdagangan dan Indonesia Trade Promotion Center (ITPC) agar mampu menjadi market agent dan market intelligent untuk mendukung peningkatan nilai ekspor.

    Presiden mengatakan peningkatan nilai ekspor merupakan salah satu kunci memperbaiki perekonomian nasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Data yang Dikumpulkan Facebook Juga Melalui Instagram dan WhatsApp

    Meskipun sudah menjadi rahasia umum bahwa Facebook mengumpulkan data dari penggunanya, tidak banyak yang menyadari jenis data apa yang dikumpulkan.