Jokowi: Kegiatan Pelepasan Ekspor Jangan Jadi Seremonial Saja

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia

    Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi menekankan agar kegiatan pelepasan ekspor tidak hanya menjadi ajang seremonial saja, melainkan betul-betul dimanfaatkan sebagai momentum meningkatkan nilai ekspor.

    "Saya mengingatkan kegiatan pelepasan ekspor tidak hanya seremonial tapi jadi momentum berkelanjutan menghasilkan nilai ekspor yang terus meningkat," ujar Presiden dalam acara Pelepasan Ekspor ke Pasar Global secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat, 4 Desember 2020.

    Presiden mengatakan peningkatan nilai ekspor merupakan salah satu kunci memperbaiki perekonomian nasional.

    Bukan hanya membantu para pelaku usaha untuk tumbuh dan membuka lapangan kerja, peningkatan nilai ekspor untuk menghasilkan devisa dan mengurangi defisit transaksi berjalan.

    Presiden memahami situasi defisit dan lemahnya perekonomian global saat ini, turut berdampak pada pasar ekspor yang juga menurun.

    Namun demikian, Presiden menegaskan, Indonesia tidak boleh menyerah. Indonesia harus lebih jeli melihat peluang pasar ekspor yang masih terbuka di negara-negara yang sekarang ini juga mengalami pandemi.

    "Potensi kita masih sangat besar dari sisi keragaman produk, komoditi, dari sisi kreativitas dan kualitas, dari sisi volume dan tujuan negara ekspor. Kuncinya proaktif dan jangan pasif," kata Jokowi.

    ANTARA

    Baca juga: Jokowi Ajak Tingkatkan Ekspor: Banyak Eksekusi, Jangan Hanya Rencana


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.