Gubernur Bank Indonesia Optimistis Ekonomi Tumbuh Positif di Triwulan IV

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi bertajuk

    Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia saat menjadi pembicara kunci dalam diskusi bertajuk "Digital Transformation For Indonesian Economy: Finding The New Business Models" di Hotel Kempinski, Jakarta pada Rabu, 11 Maret 2020. (Foto: Norman Senjaya)

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan pertumbuhan ekonomi nasional membaik. Di mana dia optimistis pertumbuhan ekonomi akan positif pada triwulan IV 2020.

    "Insya allah ekonomi akan tumbuh positif pada triwulan IV 2020 dan meningkat 4,8 sampai 5,8 persen pada 2021," kata Perry dalam Pembukaan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia, Kamis, 3 November 2020.

    Dia mengatakan masa kritis perekonomian akibat tekanan dari Pandemi Covid-19 telah berlalu dengan sinergi, stabilitas terjaga dan perekonomian yang mulai membaik. Menurutnya, sinergi itu perlu diperkuat untuk membangun optimisme pemulihan ekonomi nasional menuju Indonesia maju.

    Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia 2021 didukung oleh peningkatan kinerja ekspor, konsumsi swasta dan pemerintah, serta investasi baik dari belanja modal Pemerintah maupun dari masuknya PMA sebagai respons positif terhadap UU Cipta Kerja. Pertumbuhan di seluruh wilayah juga akan meningkat, khususnya Jawa serta wilayah Sulawesi-Maluku-Papua.

    Stabilitas makroekonomi terjaga dengan inflasi yang akan terkendali sesuai sasaran 3±1 persen serta nilai tukar rupiah yang akan bergerak stabil dan berpotensi menguat. Stabilitas eksternal terjaga, dengan surplus neraca pembayaran didukung defisit transaksi berjalan yang rendah di sekitar 1,0 hingga 2,0 persen terhadap Produk Domestik Bruto.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jangan Unggah Sertifikat Vaksinasi Covid-19 ke Media Sosial

    Menkominfo Johnny G. Plate menjelaskan sejumlah bahaya bila penerima vaksin Sinovac mengunggah atau membagikan foto sertifikat vaksinasi Covid-19.