Bos Bank Indonesia Minta Perbankan Menurunkan Suku Bunga Kredit

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wartawan tengah melihat secara daring pemaparan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu, 29 April 2020. Bank Indonesia (BI) mengumumkan bid yang masuk untuk Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 44,4 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    Wartawan tengah melihat secara daring pemaparan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu, 29 April 2020. Bank Indonesia (BI) mengumumkan bid yang masuk untuk Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 44,4 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Gubenur Bank Indonesia Perry Warjijo mendorong perbankan untuk segera menurunkan suku bunga dan menyalurkan kredit.

    "Sudah saatnya perbankan segera menurunkan suku bunga dan menyalurkan kredit sebagai komitmen bersama untuk pemulhan ekonomi nasional," kata Perry dalam Pembukaan Pertemuan Tahunan Bank Indonesia secara virtual, Kamis, 3 November 2020.

    Suku bunga acuan atau BI 7 Day Reverse Repo Rate, kata dia, akan tetap rendah sampai dengan muncul tanda-tanda tekanan inflasi meningkat. Saat ini, menurutnya, suku bunga acuan BI yang 3,75 persen merupakan yang terendah sepanjang sejarah.

    Likuiditas, kata dia, juga tetap longgar untuk mendukung penyaluran kredit perbankan.

    "BI telah melakukan quantitative easing sebesar Rp 682 triliun atau 4,4 persen PDB, stimulus moneter terbesar di antara emerging market," ujarnya.

    Perry mengatakan BI akan melanjutkan stimulus kebijakan moneter di tahun 2021. Stabilitas nilai tukar rupiah secara fundamental dan mekanisme pasar, juga akan terus jaga untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.