Debenhams Tutup Toko Permanen Akibat Pandemi, 25.000 Karyawan Terdampak

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Department Store Debenhams menggelar program Black Friday yang menawarkan potongan harga hingga 80 persen di Senayan City Jakarta,  25 November 2017. Program diskon berlangsung selama 24-26 November 2017. Tempo | Hendartyo Hanggi

    Department Store Debenhams menggelar program Black Friday yang menawarkan potongan harga hingga 80 persen di Senayan City Jakarta, 25 November 2017. Program diskon berlangsung selama 24-26 November 2017. Tempo | Hendartyo Hanggi

    TEMPO.CO, Jakarta - Department store asal London, Inggris, Debenhams, menutup permanen gerainya setelah Arcadia Group mengajukan perlindungan kebangkrutan pada Senin lalu. Arcadia Group tercatat memiliki lebih dari 2.500 gerai di Inggris, konsesi di department store seperti Debenhams dan ratusan waralaba di negara lain. 

    Adapun Debenhams sebelumnya pada awal April 2020 lalu telah resmi mengajukan permohonan bagkrut kepada kurator pengadilan untuk memenuhi prosedur kepailitan Inggris. Hal ini dilakukan usai Debenhams menutup sebagian besar cabangnya.

    Debenhams dan Arcadia Group akhirnya menyerah terhadap tekanan pandemi Covid-19 dan berubahnya gaya konsumsi masyarakat di tengah masifnya perkembangan teknologi.

    Department store asal Inggris yang telah berdiri di Negeri Ratu Elizabeth sejak 242 tahun lalu memulai bisnisnya dari Jalan Wigmore, pusat Kota London. Pada Selasa (2/12/2020), Debenhams harus bertekuk lutut dari era keemasan e-commerce.

    Setelah lebih dari satu tahun melakukan restrukturisasi dan mencari pembeli, akhirnya Debenhams memutuskan untuk menutup tokonya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Angin Prayitno Aji dan Tiga Perusahaan yang Diperiksa KPK dalam Kasus Suap Pajak

    Angin Prayitno Aji dan Dadan Ramdani ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap pajak. Dari 165 perusahaan, 3 sedang diperiksa atas dugaan kasus itu.