FIF Group Berharap Permintaan Pembiayaan Terdongkrak pada Akhir Tahun

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO/Panca Syurkani

    TEMPO/Panca Syurkani

    TEMPO.CO, Jakarta - PT Federal International Finance Group atau FIF Group berharap akhir 2020 mampu mendongkrak kinerja permintaan pembiayaan, seperti tren pada tahun-tahun sebelumnya.

    Direktur Utama FIF GROUP Margono Tanuwijaya mengungkap hal ini menilik akhir tahun menjadi periode langganan meningkatnya permintaan kredit di semua lini bisnisnya. "Biasanya penjualan semua produk kami memang meningkat pada akhir tahun karena banyak masyarakat yang baru berani mengambil kredit saat mendapat bonus, atau tabungannya baru terkumpul, misalnya. Namun, tahun ini sepertinya agak beda karena pandemi. Kami hanya berharap saja bisa lebih baik dari November 2020," ujarnya kepada Bisnis, Rabu, 2 Desember 2020.

    Margono menjelaskan bahwa harapan ini utamanya ditujukan untuk lini bisnis utamanya, yaitu pembiayaan sepeda motor FIFASTRA.

    "Kredit motor sudah ada peningkatan, terutama yang baru. Harapannya ini bisa menopang pembiayaan tahun 2020 ini di [target] Rp 30 triliun, yang proyeksinya 67 persen dari FIFASTRA," katanya.

    Sebelumnya, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pandemi Covid-19 telah membuat piutang pembiayaan roda dua baru industri pembiayaan yang sebelumnya selalu stabil di kisaran Rp 84 triliun, anjlok ke angka Rp 80,5 triliun (April 2020).

    Terkini, pembiayaan motor baru bahkan mencapai titik terendah di angka Rp 71,9 triliun (Agustus 2020), dan berlanjut ke Rp 69,83 triliun (September 2020).

    Inilah kenapa, menurut Margono, perusahaan pembiayaan harus pintar-pintar dalam mencari peluang dari berbagai lini bisnisnya, apabila sektor otomotif selaku penopang utamanya belum bisa pulih dalam waktu dekat.

    FIFGROUP akan ikut mengoptimalkan produk SPEKTRA atau pembiayaan elektronik dan perabot rumah tangga, DANASTRA untuk pembiayaan multiguna, juga AMITRA yang melayani pembiayaan syariah, diproyeksi ikut meningkat sesuai dengan kondisi daya beli masyarakat.

    "Total penyaluran pembiayaan di awal-awal pandemi itu turunnya dari kondisi normal bisa mencapai 45-50 persen, sekarang sudah menipis ke 30 persen, tapi belum pulih, lah. Makanya kami berharap kondisi semakin baik lagi di penghujung tahun ini," tutupnya.

    Sepanjang 2019 FIF GROUP berhasil menyalurkan pembiayaan hingga Rp 40 triliun atau naik sekitar 9 persen dari posisi 2018 senilai Rp 36 triliun.

    FIFGROUP kini masih berupaya agar pencapaian penyaluran kredit pada 2020 yang terganjal pandemi, hanya menurun di kisaran 20 persen saja dari pencapaian tahun 2019.

    BISIS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketentuan THR Ramadan 2021: Tidak Boleh Dicicil

    Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah telah mengeluarkan edaran THR Ramadan 2021 yang mewajibkan perusahaan membayarnya sesuai dengan undang-undang.