2 Tahun Berturut-turut, Ekspor Produk Kayu Olahan Turun

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pekerja tengah memindahkan dan mengecek kayu di pengolahan kayu kawasan Klender, Jakarta, 20 September 2016. Tempo/Tony Hartawan

    Pekerja tengah memindahkan dan mengecek kayu di pengolahan kayu kawasan Klender, Jakarta, 20 September 2016. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, JakartaEkspor produk kayu olahan mengalami penurunan selama dua tahun berturut-turut sepanjang dua tahun terakhir. Berdasarkan data Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Indroyono, ekspor kayu olahan pada 2019 melorot sekitar 4 persen dari 2018.

    “Tahun 2019 sedikit menurun dari 2018 sebesar US$ 11,62 miliar,” ujar Ketua Umum APHI Indroyono Susilo dalam Rapat Kerja APHI 2019 yang ditayangkan secara virtual, Rabu, 2 Desember 2020.

    Pada 2018, ekspor kayu mencapai US$ 12,13 miliar. Penurunan juga terjadi pada 2020 hingga November 2020. Indroyono mencatat, ekspor produk kayu olahan tahun ini sebesar US$ 11,1 miliar atau mengalami penurunan dari tahun sebelumnya sebesar 4,9 persen.

    Penurunan ekspor produk kayu olahan pada tahun ini didorong oleh pandemi Covid-19. Indroyono menjelaskan, pagebluk membuat pertumbuhan ekspor hasil hutan terus mengalami kontraksi sejak Maret 2020.

    Penurunan tajam, misalnya, terjadi pada Mei. Ekspor hasil hutan pada bulan itu mengalami kontraksi yang menukuk tajam sampai -8,4 persen. Dua bulan sebelumnya secara berturut-turut, kinerja ekspor juga melemah -1,9 persen dan -4,3 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kronologi KLB Partai Demokrat, dari Gerakan Politis hingga Laporan AHY

    Deli Serdang, KLB Partai Demokrat menetapkan Moeldoko sebagai ketua umum partai. Di Jakarta, AHY melapor ke Kemenhumkam. Dualisme partai terjadi.