IHSG di Zona Hijau pada awal Perdagangan, Menguat 0,55 Persen

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

    Pergerakan Index Harga Saham Gabungan pada layar monitor di Jakarta, Jumat, 6 November 2020. Indeks harga saham gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan penguatan pada perdagangan Jumat di tengah kenaikan bursa global yang menyambut Pilpres AS 2020. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berada di zona hijau pada awal perdagangan di Bursa Efek Indonesia atau BEI, Rabu, 2 Desember 2020.

    Melansir data RTI, pada pukul 09.04 WIB, IHSG berada pada level 5.756,4  atau naik 31,7 poin(0,55 persen) dibanding penutupan sebelumnya di 5.755,1.

    Sebanyak 214 saham melaju di zona hijau dan 48 saham di zona merah. Sedangkan 170 saham lainnya stagnan.

    Director PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya memprediksi pergerakan IHSG terlihat kembali berusaha menggeser rentang konsolidasinya ke arah yang lebih baik. Jika resisten level berikut berhasil ditembus maka peluang kenaikan jangka pendek masih terbuka lebar.

    Namun, kata dia, mengingat arus deras capital outflow yang masih terjadi secara year to date serta sentimen dari fluktuasi nilai tukar rupiah, IHSG masih berpotensi untuk terkonsolidasi.

    "Hari ini IHSG berpotensi bergerak dalam rentang terbatas," kata William dalam keterangan tertulis.

    Adapun dia memprediksi IHSG bergerak pada kisaran 5.611 hingga 5.767 hari ini.

    Baca: Sempat Turun Karena Berita Anies Baswedan Covid-19, IHSG Ditutup Menguat

    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.