Milenial Dominasi Pembelian Sukuk Ritel ST007, Terjual Rp 5,4 Triliun

Reporter:
Editor:

Aditya Budiman

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • (Ki-ka) Direktur Pembiyaan Syariah DJPPR Dwi Irianti Hadiningdyah dan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman  melakukan sosialisasi sukuk ritel seri SR012 di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu 29 Februari 2020. EKO WAHYUDI l Tempo.

    (Ki-ka) Direktur Pembiyaan Syariah DJPPR Dwi Irianti Hadiningdyah dan Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman melakukan sosialisasi sukuk ritel seri SR012 di kawasan Senayan, Jakarta, Sabtu 29 Februari 2020. EKO WAHYUDI l Tempo.

    TEMPO.CO, Jakarta - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan menyatakan penjualan instrumen surat utang (sukuk) ritel terakhir yang terbit tahun ini, yakni Sukuk Tabungan seri ST007 mencapai Rp5,42 triliun.

    Dirjen Pengelolaan menyebut angka tersebut merupakan jumlah penjualan terbanyak sepanjang penerbitan Sukuk Tabungan. Adapun jumlah investor ST007 mencapai 16.992 orang.

    Jumlah investor baru ST007 tercatat ada 4.276 dan didominasi oleh generasi milenial sebanyak 56,71 persen. Menurut Dirjen Pengelolaan hal tersebut sesuai dengan tujuan pemerintah untuk mendorong investor milenial menjadi smart investor sekaligus peduli lingkungan.

    Sementara itu, volume pemesanan terbesar dari surat utang ST007 sebesar 43,34 persen berada pada generasi Baby Boomers dengan jumlah Rp2,349 triliun. Angka ini tidak jauh berbeda dengan penjualan surat utang ST005 (42,76 persen) dan ST006 (43,20 persen).

    Dari sisi daerah, Indonesia Barat selain DKI Jakarta, menjadi wilayah dengan jumlah investor dan volume pemesanan terbesar. Volume pemesanan mencakup 45,78 persen atau Rp 2,48 triliun serta jumlah investor 56,30 persen atau 9.566 orang.

    Provinsi DKI Jakarta merupakan wilayah dengan nominal pemesanan dan investor terbanyak masing-masing sebesar Rp 2,4 triliun dan 5.908 investor.

    Sedangkan dari segi profesi, pegawai swasta masih menjadi pembeli terbanyak surat utang atau sukuk tabungan ST007 dengan jumlah investor sebanyak 6.221 orang atau 36,61 persen dari keseluruhan. Sementara itu, volume pembelian terbesar ada pada kategori dengan jumlah sebesar Rp1,89 triliun atau 34,91 persen.

    Selanjutnya, dari sisi metode pembayaran, instrumen mobile banking mendominasi dengan 45,9 persen. Volume pemesanan terbesar Rp 2,591 triliun atau 47,80 persen pada nominal pemesanan di atas 1 miliar.

    Mayoritas investor berada pada jumlah pembelian di kisaran Rp5 juta hingga Rp100 juta, tepatnya sebesar 7.253 orang atau 42,68 persen. Adapun penjualan ST007 bekerjasama dengan 31 mitra distribusi yang terdiri dari 4 bank umum syariah, 16 bank umum, 5 perusahaan efek, 3 perusahaan efek khusus dan 3 perusahaan teknologi finansial

    Surat utang ST007 ini diterbitkan dengan format green atau ramah lingkungan. Seluruh hasil penerbitan Green Sukuk Retail -Sukuk Tabungan ST007 ini digunakan untuk pembiayaan proyek-proyek yang ramah lingkungan baik refinancing maupun new financing.

    Proyek-proyek hijau yang dibiayai dari hasil penerbitan Green Sukuk Ritel seri ST007 berada di Kementerian Perhubungan (Layanan Bandar Udara, Kenavigasian, dan Pelabuhan), dan Kementerian PUPR (Embung, Jaringan Irigasi, dan Unit Air Baku).

    Baca juga: Kemenkeu Terbitkan Surat Utang Rp 27 T untuk Biayai Penanggulangan Corona

    BISNIS.COM 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menghilangkan Bau Amis Ikan, Simak Beberapa Tipsnya

    Ikan adalah salah satu bahan makanan yang sangat kaya manfaat. Namun terkadang orang malas mengkonsumsinya karena adanya bau amis ikan yang menyengat.