Bulog Pastikan Pasokan Beras Aman, di atas 1 Juta Ton

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso (kiri) bersama Menteri Sosial Juliari Batubara (tengah) meninjau truk berisi beras yang akan disalurkan saat peluncuran program bantuan sosial beras BULOG dan Kemensos untuk 10 juta keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM-PKH) di Komplek Gudang BULOG, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu, 2 September 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso (kiri) bersama Menteri Sosial Juliari Batubara (tengah) meninjau truk berisi beras yang akan disalurkan saat peluncuran program bantuan sosial beras BULOG dan Kemensos untuk 10 juta keluarga penerima manfaat program keluarga harapan (KPM-PKH) di Komplek Gudang BULOG, Kelapa Gading, Jakarta, Rabu, 2 September 2020. ANTARA/Indrianto Eko Suwarso

    TEMPO.CO, Jakarta - Perum Bulog memastikan tetap menjaga stok cadangan beras pemerintah (CBP) di volume yang telah diamanatkan meskipun produksi pada akhir tahun cenderung terbatas. Pasalnya saat ini produksi beras masih dalam tahap masa tanam. 

    Sekretaris Perusahaan Bulog Awaluddin tak memungkiri jika stok CBP saat ini berada di posisi yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu yakni 1,1 juta ton.

    Meski demikian, dia mengatakan volume tersebut masih berada dalam posisi aman karena berada dalam rentang cadangan yang diamanatkan pemerintah yaitu 1 sampai 1,5 juta ton.

    “Kami sejauh ini merujuk ke data BPS dan terlihat bahwa harga beras cenderung stabil meski masa paceklik produksi. Hal ini menunjukkan bahwa stok di masyarakat memadai, jadi acuan tidak hanya posisi stok di Bulog saja,” kata Awaluddin saat dihubungi, Senin 30 November 2020.

    Dia mengemukakan kondisi pasokan yang aman juga tecermin dari tugas penyerapan yang masih berjalan sampai saat ini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.