Ma'ruf Amin Ingin Zakat Jadi Sumber Pembiayaan Alternatif di Era Pandemi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) memberikan sambutan usai meninjau simulasi pemberian vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis, 19 November 2020. Tahapan simulasi pemberian vaksin COVID-19 yang dilakukan mencakup observasi setelah vaksinasi. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    Wakil Presiden Ma'ruf Amin (kanan) memberikan sambutan usai meninjau simulasi pemberian vaksinasi COVID-19 di Puskesmas Cikarang, Kabupaten Bekasi, Kamis, 19 November 2020. Tahapan simulasi pemberian vaksin COVID-19 yang dilakukan mencakup observasi setelah vaksinasi. ANTARA/Fakhri Hermansyah

    TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Presiden Ma’ruf Amin mendorong pengerahan zakat agar menjadi sumber pembiayaan bagi modal kerja masyarakat yang terdampak Covid-19.

    Dia mengatakan peran Forum Zakat Dunia guna turut memperkuat ekonomi Islam sangat diperlukan. Menurutnya, akibat pandemi Covid-19 sektor riil juga terdampak lebih dahulu. Di sektor rumah tangga, masyarakat mengurangi atau menunda aktivitas ekonomi seperti konsumsi.

    “Peran Forum Zakat Dunia untuk turut memperkuat ekonomi Islam juga sangat diperlukan, terutama dalam mendorong pemanfaatan sumber pembiayaan alternatif untuk membantu memberikan modal kerja bagi pelaku usaha,” ungkap Ma'ruf, dalam Konferensi Internasional World Zakat Forum, Senin 30 November 2020. 

    Perlambatan ekonomi kemudian berdampak pada sektor korporasi di mana terjadi pengurangan aktivitas produksi dan investasi yang berimbas pada pengurangan tenaga kerja. Hal ini perlu ditangani serius untuk menghindari terimbasnya krisis di sektor finansial.

    Menurut laporan dari State of the Global Islamic Economy Report 2020/21, perlambatan ekonomi Islam Global tidak separah dibandingkan perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia secara keseluruhan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.