Sri Mulyani Cerita Tugas Memungut Pajak Saat Enggak Ada yang Senang Bayar Pajak

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Pajak di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Senin, 15 Juli 2019. Tempo/ Caesar Akbar

    Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menjadi Pembina Upacara Peringatan Hari Pajak di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Senin, 15 Juli 2019. Tempo/ Caesar Akbar

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan tidak ada orang yang senang membayar pajak. Padahal, kata dia, pajak dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan belanja dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

    "Dengan berbagai kebutuhan para menteri, Menteri Keuangan harus mencari pendapatan lebih. Makanya memungut pajak. Padahal memungut pajak pasti orang enggak suka. Coba tanya ke orang tua kalian, seneng enggak bayar pajak. Enggak ada orang yang seneng bayar pajak," kata Sri Mulyani dalam Kemenkeu mengajar secara virtual, Senin, 30 November 2020.

    Menurutnya, mengumpulkan pajak merupakan pekerjaan yang rumit ditambah tantangan di masa pandemi Covid-19 ini. "Mengumpulkan pajak itu tidak pekerjaan yang gampang. Karena orang tidak suka aja bayar pajak," ujarnya.

    Adapun pendapatan negara dalam APBN tahun ini akan sebesar Rp 1.699,1 triliun, sedangkan belanja negara Rp 2.738,4 triliun.

    Dia menuturkan kepada para siswa sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, bahwa pendapatan negara berasal dari pajak, penerimaan negara bukan pajak, dan hibah.

    "Pendapatan negara itu kita kumpulkan semua. Itu dipakai untuk belanja," kata dia.

    Sri Mulyani memastikan pemerintah terus berupaya menjaga belanja negara dengan harus hemat, efektif, efisien dan tidak boleh dikorupsi.

    HENDARTYO HANGGI

    Baca juga: Sri Mulyani: Kalau Terus Maju, RI Bisa Masuk Peringkat 5 Besar Ekonomi Dunia


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ada 17 Hari dalam Daftar Libur Nasional dan Sisa Cuti Bersama 2021

    SKB Tiga Menteri memangkas 7 hari cuti bersama 2021 menjadi 2 hari saja. Pemotongan itu dilakukan demi menahan lonjakan kasus Covid-19.