Tinjau Double-double Track, Menhub Sebut Stasiun Manggarai Pusat KA Jabodetabek

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rangkaian KRL Commuter Line melintas di samping proyek pembangunan double - double track (DDT) paket A di Jatinegara, Selasa, 25 Juni 2019. Pembangunan DDT paket A ini bertujuan untuk memisahkan jalur kereta api jarak jauh, KRL, dan kereta bandara di Stasiun Manggarai. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    Rangkaian KRL Commuter Line melintas di samping proyek pembangunan double - double track (DDT) paket A di Jatinegara, Selasa, 25 Juni 2019. Pembangunan DDT paket A ini bertujuan untuk memisahkan jalur kereta api jarak jauh, KRL, dan kereta bandara di Stasiun Manggarai. TEMPO/Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan Double-double Track (DDT) dan LRT Jabodetabek akan mengoptimalkan interkonektivitas angkutan massal di Jakarta dan sekitarnya. 

    Budi Karya meninjau proyek double-double track atau Jalur Dwi Ganda KA Manggarai-Cikarang dan LRT Jakarta Bogor Depok dan Bekasi itu di Jakarta, Minggu. Hadir dalam peninjauan itu antara lain Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo, Dirjen Perkeretaapian Zulfikri, dan Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek/BPTJ Polana B. Pramesti.

    “Kami ingin mencari suatu bentuk yang terbaik untuk mengoptimalkan interkonektivitas angkutan massal di Jakarta. Kita harapkan dengan selesainya kedua proyek tersebut, kedepannya integrasi antarmoda di Jakarta dan sekitarnya akan semakin baik dan lengkap,” kata Menhub dalam keterangan tertulisnya, Minggu, 29 November 2020.

    Saat meninjau proyek DDT KA Manggarai-Cikarang, Menhub mengatakan, Stasiun Manggarai akan menjadi pusat stasiun KA di Jabodetabek karena semua rute kereta yang ada di Jabodetabek akan bersinggungan di Manggarai.

    “Oleh karena itu kita siapkan jalur-jalurnya sendiri antara kereta jurusan Bogor, Bekasi, dan Kereta Bandara agar tidak saling bertumpuk. Kita harapkan DDT Manggarai – Cikarang bisa selesai semuanya pada tahun 2022,” kata Budi Karya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.