Perkara Dugaan Monopoli Bisnis Lobster Berpeluang Naik ke Penyelidikan KPPU

Reporter:
Editor:

Clara Maria Tjandra Dewi H.

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). TEMPO/Tony Hartawan

    Kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). TEMPO/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta – Perkara dugaan monopoli pengiriman ekspor benih bening lobster yang melibatkan satu badan usaha berpeluang naik ke level penyelidikan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Perkara itu saat ini masih diteliti oleh investigator.

    “Tergantung kelengkapan alat bukti,” ujar Komisioner KPPU Afif Hasbullah saat dihubungi Tempo, Ahad, 29 November 2020.

    KPPU butuh dua alat bukti untuk meningkatkan kasus tersebut ke tingkat penyelidikan. Untuk mengumpulkan keterangan, KPPU akan memanggil eksportir, perusahaan pengirim ekspor benur, hingga asosiasi logsistik.

    Secara paralel, KPPU juga telah meminta data yang menunjang kepentingan penelitian kepada puluhan eskportir. Setidaknya ada 40 eksportir benih lobster yang akan diperiksa datanya.

    Setelah pemanggilan-pemanggilan, KPPU akan memutuskan kelanjutan penelitian pada awal Desember. “Terkait mempercepat atau tidak, tentu KPPU bekerja berdasarkan hukum acara yang berlaku,” kata Afif.

    Afif berharap seluruh pihak kooperatif untuk memenuhi panggilan KPPU. “Tindak lanjut setelah proses ini tentu akan dibawa ke rakor KPPU secepatnya,” katanya.

    Penelitian KPPU sebelumnya berangkat dari laporan asosiasi yang bergerak di bidang industri BBL. Asosiasi menyatakan eksportir saat ini hanya bisa mengirimkan komoditasnya lewat satu badan usaha logistik.

    Direktur PT Grahafoods Indo Pasifik Chandra Astan mengatakan eksportir sejak awal mempertanyakan tarif pengiriman sebesar Rp 1.800 melalui PT Aeri Citra Kargo. Harga itu jauh lebih tinggi dari perusahaan lain yang mematok Rp 200-300. Pengusaha juga menggumam lantaran tarif pengiriman dipatok per ekor.

    Namun, kata Chandra, eksportir tidak memiliki pilihan selain menggunakan jasa ACK. “Kalau tidak, prosesnya akan dipersulit (di Kementerian Kelautan dan Perikanan). Saya pernah mencoba sekali,” tuturnya.

    Baca juga: Dugaan Monopoli Bisnis Lobster, KPPU Panggil Eksportir Pekan Depan

    Tempo menghubungi dua nomor telepon seluler Direktur ACK Lutpi Ginanjar melalui panggilan dan pesan untuk mengkonfirmasi dugaan monopoli pengiriman ekspor benih lobster ini. Namun kedua nomor telepon tersebut hingga kini tidak aktif.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Satu Tahun Bersama Covid-19, Wabah yang Bermula dari Lantai Dansa

    Genap satu tahun Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Kasus pertama akibat virus corona, pertama kali diumumkan pada 2 Maret 2020.