Edhy Prabowo Diduga Habiskan Waktu di Hawaii untuk Berburu Diskon Black Friday

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dikabarkan positif Covid-19 pada awal September 2020. Edhy sempat masuk ICU saat dirawat, namun saat ini kondisinya telah membaik dan hasil tes swab terakhirnya sudah negatif. Dok. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo dikabarkan positif Covid-19 pada awal September 2020. Edhy sempat masuk ICU saat dirawat, namun saat ini kondisinya telah membaik dan hasil tes swab terakhirnya sudah negatif. Dok. TEMPO/Ahmad Tri Hawaari

    TEMPO.CO, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi atau KPK menangkap Edhy Prabowo, Menteri Kelautan dan Perikanan yang telah mengundurkan diri, pada Rabu dini hari, 25 November lalu. Dalam pencokokan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, KPK mengamankan koper Edhy dan istrinya, Iis Rosita Dewi, yang berisi barang-barang mewah.

    “Diduga terdapat transfer dari rekening ABT (Ahmad Bahtiar) ke rekening bank atas nama AF (Ainul Fiqih) sebesar Rp 3,4 miliar yang diperuntukkan bagi keperluan EP (Edhy Prabowo), IRW (Iis Rosyati Dewi), SAF (Safri) dan APM (Andreu Pribadi Misata) antara lain dipergunakan untuk belanja barang mewah oleh EP dan IRW di Honolulu AS,” kata Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Nawawi Pomolango Rabu hampir 24 jam setelah penangkapan.

    Edhy Prabowo ditangkap selepas pulang dari perjalanan dinas ke Honolulu, Hawaii, Amerika. Kunjungan dilakukan pada 20 November. Edhy mengunjungi Oceanic Institute of Hawaii Pacific University.

    Dalam kunjungannya, Edhy menyaksikan cara budi daya udang vaname. Seorang sumber Tempo yang mengetahui perjalanan itu mengatakan kunjungan Edhy sebetulnya singkat.

    Sebagian besar waktunya justru dihabiskan untuk berbelanja barang diskon Black Friday. Sebab, sejumlah toko mengobral potongan harga setelah perayaan Thanksgiving. Selian itu, harga barang di Hawaii cenderung lebih murah lantaran pajaknya paling rendah di Amerika.

    Edhy membeli sejumlah koper bermerek Tumi seharga US$ 600 atau RP 8,4 juta. Barang dibelanjakan saat Edhy dan Iis plesiran di Pantai Waikiki. Esoknya, rombongan berkunjung ke pusat belanja Ala Moana untuk memborong barang seperti tas merek Chanel, tas Louis Vuitton, jam tangan Rolex, hingga jam Jacob & Co.

    Robongan edhy juga berbelanja sepeda balap seharga US$ 11 ribu. Sepeda itu dibeli di Los Angeles dan diantarkan ke konsulat jenderal San Fransisco. Total belanja rombongan mencapai Rp 750 juta.

    Dari mana uang belanja itu mengalir dan bagaimana Edhy memperoleh sejumlah dana? Simak artikel lengkapnya dalam Majalah Tempo edisi 29 November 2020 berjudul “Para Perompak Benur”.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA | MAJALAH TEMPO

    Baca: Evaluasi Ekspor Benih Lobster, Jubir Luhut: Kalau Memang Bagus Tetap Jalan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.