Trending Bisnis: Edhy Prabowo Soal Tata Niaga Lobster hingga Luhut dan Menteri

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo berjalan masuk menjalani pemeriksaan perdana di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis, 26 November 2020. KPK telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus suap terkait perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Tersangka Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo berjalan masuk menjalani pemeriksaan perdana di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Kamis, 26 November 2020. KPK telah menetapkan tujuh tersangka dalam kasus suap terkait perizinan tambak, usaha, dan atau pengelolaan perikanan atau komoditas perairan sejenis lainnya tahun 2020. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta -Berita trending ekonomi dan bisnis sepanjang Sabtu, 28 November 2020, dimulai dengan Edhy Prabowo diduga menyerahkan tata-niaga ekspor benih bening lobster atau BBL kepada asosiasi pengusaha dan soal penyebab PT Aero Citra Kargo atau ACK diduga menerapkan tarif tak wajar dalam pengiriman ekspor benih bening lobster.

    Adapula berita tentang Luhut Binsar Pandjaitan tidak mau berlama-lama mengisi posisi Menteri Kelautan dan Perikanan Ad Interim dan soal Edhy Prabowo diduga tak mendengarkan peringatan penasihat ahli soal tarif pengiriman ekspor benih bening lobster

    Berikut berita trending bisnis sepanjang kemarin:

    1. Edhy Prabowo Diduga Serahkan Tata Niaga Ekspor Lobster ke Asosiasi 

    Edhy Prabowo diduga menyerahkan tata-niaga ekspor benih bening lobster atau BBL kepada asosiasi pengusaha. Kebijakan itu disampaikan dalam pertemuan dengan 65 eksportir di Gedung Mina Bahari IV Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, September 2020 lalu.

    Direktur PT Grahafoods Indo Pasifik Chandra Astan membenarkan adanya pertemuan tersebut. Komunikasi digelar setelah Edhy sembuh dari Covid-19.

    “Benar ada pertemuan itu,” ujar Chandra saat dihubungi Tempo pada Jumat petang, 27 November 2020.
    Ads by Kiosked

    Edhy mengumpulkan para pengusaha setelah Kantor Bea Cukai Soekarno-Hatta mengendus adanya pemalsuan dokumen ekspor ke Vietnam oleh 12 eksportir. Akibat kejadian itu, Bea Cukai menggagalkan pengiriman 1,5 juta ekor benur yang sedianya akan diterbangkan ke Vietnam.

    Chandra yang waktu itu menjabat sebagai Ketua Persatuan Dunia Lobster Indonesia (Perduli)—asosiasi eksportir lobster—dituding melaporkan dokumen pemalsuan yang dilakukan belasan perusahaan kepada Bea Cukai. Saat dikonfirmasi, Chandra mengatakan pihaknya baru berkomunikasi dengan Kepabean setelah kabar penyelundupan mencuat.

    “Saya berbicara dengan Bea Cukai jauh setelah mereka melakukan penindakan,” katanya.

    Baca berita selengkapnya di sini.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.