Sistem Penyediaan Air Minum Bandar Lampung Ditargetkan Aliri 300 Ribu Jiwa

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi segelas air es. Freepik.com/Master1305

    Ilustrasi segelas air es. Freepik.com/Master1305

    TEMPO.CO, Jakarta - Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Bandar Lampung di Provinsi Lampung akhirnya diresmikan setelah rampung pada 14 Agustus 2020. Proyek ini ditargetkan mengaliri air minum untuk 300 ribu jiwa penduduk di Kota Bandar Lampung.

    "Pada delapan kecamatan," kata kata Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu, 28 November 2020.

    Delapan kecamatan tersebut antara lain: Kecamatan Rajabasa, Kecamatan Labuhan Ratu, Kecamatan Way Halim, Kecamatan Kedaton, Kecamatan Tanjung Senang, Kecamatan Sukarame, Kecamatan Sukabumi, dan Kecamatan Kedamaian.

    Angka 300 ribu ini pun mencakup sekitar sepertiga dari jumlah penduduk di Kota Bandar Lampung. Sebelumnya pada sensus 2019, BPS mencatat jumlah penduduk di ibu kota provinsi ini sudah mencapai 1 juta lebih.

    Adapun dalam proyek ini, perusahaan yang bertanggung jawab yaitu PDAM Way Rilau. Perusahaan daerah ini ditargetkan bisa memasok air minum ke masyarakat dengan debit mencapai 750 liter per detik.

    Saat ini, cakupan layanan PDAM Way Rilau di Bandar Lampung masih 20 persen. Maka dengan SPAM ini, diharapkan bisa menjadi 46 persen pada 2024.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    OTT Bupati Kolaka Timur, Simak Fakta Penangkapan dan Profil Andi Merya

    Bupati Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, ditangkap KPK dalam OTT. Ia diduga menerima suap yang berhubungan dengan dana hibah BNPB.