Edhy Prabowo Resmi Teken Surat Pengunduran Diri Sebagai Menteri

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Tersangka Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berjalan masuk menjalani pemeriksaan perdana di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 26 November 2020. KPK sempat menahan 17 orang dari berbagai tempat dalam OTT kemarin, namun hanya tujuh orang yang dinyatakan sebagai tersangka. TEMPO/Muhammad Hidayat

    Tersangka Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berjalan masuk menjalani pemeriksaan perdana di Gedung KPK, Jakarta, Kamis, 26 November 2020. KPK sempat menahan 17 orang dari berbagai tempat dalam OTT kemarin, namun hanya tujuh orang yang dinyatakan sebagai tersangka. TEMPO/Muhammad Hidayat

    TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan memastikan Edhy Prabowo telah menandatangani surat pengunduran diri sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Surat itu pun langsung disampaikan kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi.

    "Surat pengunduran diri sudah ditandatangani Pak Edhy kemarin. Surat itu ditujukan ke Bapak Presiden," ujar Sekretaris Jenderal KKP Antam Novambar dalam keterangannya, Jumat 27 November 2020.

    Selepas surat itu diteken, Antam mengatakan Kementerian menunggu keputusan resmi Jokowi untuk memberhentikan Edhy. Selama Jokowi belum menunjuk pimpinan baru, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan akan mengisi kursi Menteri KKP.

    Surat penugasan Luhut sebagai Menteri KKP Ad Interim telah keluar pada Rabu, 25 November. Antam mengatakan, dalam situasi ini, pelayanan KKP terhadap masyarakat kelautan dan perikanan tetap berjalan normal.

    Adapun Pegawai di Pusat maupun Unit Pelayanan Teknis (UPT) Daerah juga melaksanakan pelayanan seperti biasa. "Yang pasti layanan ke masyarakat tetap berjalan, tidak boleh kendor," ucap Antam.

    Edhy Prabowo ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap izin usaha perikanan. Ia bersama enam orang lainnya telah dibekuk Komisi Pemberantasan Korupsi atau KKP. Dua dari enam di antaranya adalah Andreau Pribadi dan Safri, staf khusus Edhy.

    FRANCISCA CHRISTY ROSANA

    Baca juga: Luhut Panggil 2 Pejabat KKP Usai Edhy Prabowo Jadi Tersangka


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Indonesia dapat Belajar dari Gelombang Kedua Wabah Covid-19 di India

    Gelombang kedua wabah Covid-19 memukul India. Pukulan gelombang kedua ini lebih gawat dibandingkan Februari 2021.