Wisata Kuliner Indonesia Kalah dari Filipina, Luhut: Kurang Promosi

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Hari Kemerdekaan ke-75 RI kali ini diperingati dalam suasana yang berbeda. Musababnya, Indonesia tengah menghadapi cobaan yang berat karena wabah corona. Hal tersebut disampaikannya melalui video pendek yang diunggahnya di akun Instagram pribadinya. Instagram/@luhut.pandjaitan

    Menteri Koordiantor Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Hari Kemerdekaan ke-75 RI kali ini diperingati dalam suasana yang berbeda. Musababnya, Indonesia tengah menghadapi cobaan yang berat karena wabah corona. Hal tersebut disampaikannya melalui video pendek yang diunggahnya di akun Instagram pribadinya. Instagram/@luhut.pandjaitan

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan Indonesia harus menandingi negara-negara kompetitor di kawasan Asia Tenggara, seperti Thailand.

    Hasil studi Kementerian Pariwisata menyebutkan Indonesia kalah dalam sejumlah kategori dengan negara tetangga di Asia Tenggara, salah satunya kategori alam dan petualangan.

    Luhut mengungkapkan Indonesia bisa kalah dengan negara-negara seperti Thailand, Filipina, dan Singapura dalam berbagai kategori di sektor pariwisata lantaran Indonesia masih kurang menjual potensi pariwisata yang ada.

    "Kita harus menandingi negara-negara kompetitor kita di kawasan Asia Tenggara ini,” katanya pada Jumat, 27 November 2020.

    Dia menuturkan tidak mungkin alam dan petualangan Thailand bisa lebih indah dari alam dan petualangan yang ada di Indonesia. Menurutnya, Indonesia bisa kalah dari Thailand di kategori alam dan petualangan lantaran Indonesia kurang menjual wisata alam dan petualangan yang ada.

    Menurutnya, alam dan petualangan di Indonesia seperti Labuan Bajo, Mandalika, Bali, dan beberapa titik di Danau Toba, Medan sangat indah.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.