Pimpin Rapat Pariwisata, Luhut Singgung Dosa Paling Besar bagi Pemimpin

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Melansir situs KPK pada Rabu 22 Juli 2020, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Mei 2020. Dilihat dari data LHKPN, Luhut memiliki harta kekayaaan mencapai Rp 677.4 miliar. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Melansir situs KPK pada Rabu 22 Juli 2020, Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan terakhir kali melaporkan harta kekayaannya pada 1 Mei 2020. Dilihat dari data LHKPN, Luhut memiliki harta kekayaaan mencapai Rp 677.4 miliar. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memimpin rapat koordinasi terkait percepatan pengembangan lima destinasi super-prioritas yang dihadiri sejumlah menteri dan gubernur. Dalam rapat itu, Luhut mengatakan pariwisata Indonesia kurang menjual.

    Bukan hanya dari sisi infrastruktur, menurut Luhut, sektor pariwisata perlu ditunjang dengan suasana sosial dan politik yang damai. Dia pun meminta para pemimpin membangun ketenangan di daerahnya masing-masing untuk meningkatkan minat kunjungan wisatawan.

    “Jangan kita menjual ide-ide kekerasan yang membuat negara ini ditakuti orang. Saya serius dan sebagai senior di ruangan ini, saya sampaikan hal tersebut,” kata Luhut dalam rapat yang ditayangkan melalui YouTube Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Jumat, 27 November 2020.

    Luhut mewanti-wanti para pemimpin daerah dan menteri yang hadir dalam rapat tidak mengutamakan kepentingan dan ambisi politik dalam menjalankan program negara. Sebab, sikap itu justru akan menimbulkan keributan.

    “Itu dosa paling besar dari sekarang pemimpin yang mengetahuinya,” ucap Luhut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.