Pemkot Surabaya: UMKM Diberdayakan Produksi APD dan Masker

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga binaan berolahraga di bawah pengawasan sipir berpakaian hazmat dan alat pelindung diri lengkap di Lapas Perempuan Pekanbaru, 1 Oktober 2020. Sebagai langkah antisipasi untuk menekan penyebaran virus, pihak Lapas Perempuan memisahkan napi yang sakit ke enam ruangan terpisah yang kini khusus jadi tempat isolasi mandiri. Di sel berukuran 4 x 5 meter itu setiap napi wajib mengenakan masker dan dipantau kondisi kesehatannya. ANTARA FOTO/FB Anggoro

    Sejumlah warga binaan berolahraga di bawah pengawasan sipir berpakaian hazmat dan alat pelindung diri lengkap di Lapas Perempuan Pekanbaru, 1 Oktober 2020. Sebagai langkah antisipasi untuk menekan penyebaran virus, pihak Lapas Perempuan memisahkan napi yang sakit ke enam ruangan terpisah yang kini khusus jadi tempat isolasi mandiri. Di sel berukuran 4 x 5 meter itu setiap napi wajib mengenakan masker dan dipantau kondisi kesehatannya. ANTARA FOTO/FB Anggoro

    TEMPO.CO, Jakarta - Sejumlah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Surabaya, Jawa Timur, diberdayakan membuat alat pelindung diri (APD), masker kain, baju hazmat maupun kebutuhan lainnya, selama pandemi COVID-19. 

    Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surabaya Wiwiek Widayati mengatakan pembatasan aktivitas masyarakat karena pandemi, berpengaruh pada aktivitas bisnis masyarakat. "Karena itu, kami berupaya agar pelaku usaha tetap berdaya di masa pandemi ini," katanya, Rabu 25 November 2020.

    Tak hanya itu, Wiwiek menuturkan pemkot juga memberdayakan UMKM melalui pemenuhan kebutuhan di masa pandemi. Kata dia, pemkot pun menyediakan ruang bagi pelaku usaha untuk menambah ilmu pengetahuan dan keterampilan mereka. 

    "Kami juga menyediakan ruang atau memberikan pelatihan bagi UMKM dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ujarnya.

    Sementara untuk sarana promosi dan penjualan, kata Wiwiek, pemkot membuka aksesibilitas untuk pemanfaatan marketplace bagi UMKM. Bahkan, lanjut dia, pihaknya juga mendorong dan memperkuat UMKM untuk membidik pasar ekspor.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kontroversi Perpres Investasi Miras

    Pemerintah terbitkan perpres investasi miras, singkat dan minuman keras. Beleid itu membuka investasi industri minuman beralkohol di sejumlah daerah.