Target Sri Mulyani: Defisit Turun Bertahap, Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani menyerahkan naskah pandangan akhir pemerintah atas RUU tentang APBN kepada Ketua DPR RI Puan Maharani dalam rapat paripurna ke-6 masa persidangan I tahun sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 29 September 2020. Dalam Rapat Paripurna itu DPR menyetujui RUU APBN Tahun Anggaran 2021 dan RUU Bea Materai menjadi Undang-undang. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Keuangan Sri Mulyani menyerahkan naskah pandangan akhir pemerintah atas RUU tentang APBN kepada Ketua DPR RI Puan Maharani dalam rapat paripurna ke-6 masa persidangan I tahun sidang 2020-2021 di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa, 29 September 2020. Dalam Rapat Paripurna itu DPR menyetujui RUU APBN Tahun Anggaran 2021 dan RUU Bea Materai menjadi Undang-undang. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan sebagai instrumen penting dalam menghadapi pandemi Covid-19, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN harus dijaga agar tetap suistainable, sehat dan kredibel. 

    "Untuk itu defisit harus diturunkan secara bertahap, namun pertumbuhan ekonom harus tetap terjaga dan bahkan diakselerasi," kata kata Sri Mulyani dalam Penyerahan DIPA KL dan TKDD 2021 oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi di Istana yang disiarkan secara virtual Rabu, 25 November 2020.

    Dia mengatakan defisit APBN 2021 sebesar 5,7 persen dari Produk Domestik Bruto atau Rp 1.006,4 triliun. Defisit itu ini lebih rendah dari APBN 2020 6,3 persen terhadap PDB.

    Hal ini, kata dia, menggambarkan arah konsolidasi fiskal secara terukur dan bertahap walau tetap ekspansif. Dia mengingatkan disiplin fiskal dan efektifitas APBN sangat penting untuk mengembalikan kesehatan APBN.

    "Dan hanya dapat diwujudkan dengan komitmen dan tanggung jawab seluruh kementerian lembaga dan pemerintah daerah sebagai pengguna anggaran untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat dan mendorong dan memulihkan pertumbuhan ekonomi," ujarnya.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.