Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Jokowi: Pemerintah Hormati Proses Hukum

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia

    Presiden Jokowi membuka gelaran tahunan Google for Indonesia (Google4ID), Rabu, 18 November 2020. Kredit: Youtube/Google Indonesia

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi merespons ihwal penangkapan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Menurutnya, pemerintah terus mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Tanah Air.

    "Karena itu, pemerintah menghormati proses hukum terhadap pejabat negara yang saat ini tengah berjalan di KPK," kata Jokowi dalam akun Instagramnya, Rabu, 24 November 2020.

    Jokowi percaya KPK bekerja transparan, terbuka, dan profesional. Setelah 30 menit, unggahan Jokowi disukai oleh lebih dari 55 ribu akun dan mendapatkan komentar lebih dari 970 akun.

    Beberapa komentar yang dilontarkan meminta Susi Pudjiastuti kembali menjadi menteri kelautan dan perikanan.

    Edhy Prabowo ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Rabu dinihari, 25 November 2020. Menteri KKP Edhy ditangkap di Bandara Internasional Soekarno-Hatta sepulangnya dari lawatan ke Amerika Serikat. 

    Dia diciduk bersama istri dan pejabat KKP. Penangkapan itu dilakukan pada pukul 01.23 WIB. KKP disebut-sebut menangkap Edhy terkait dengan dugaan ekspor benih lobster.

    Baca: Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Apa Kata Susi Pudjiastuti?


    HENDARTYO HANGGI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pemerintah Pangkas 5 Hari Cuti Bersama 2021 dari 7 Hari, Tersisa 2 Hari

    Pemerintah menyisakan 2 hari cuti bersama 2021 demi menekan lonjakan kasus Covid-19 yang biasa terjadi usai libur panjang.