Menaker: Agen Penjualan Paling Banyak Kena PHK Akibat Covid-19

Reporter:
Editor:

Ali Akhmad Noor Hidayat

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, saat memberikan sambutan sekaligus pengarahan pada acara Rapat Kordinasi Lembaga Sertifikasi Profesi di Jakarta, Selasa (17/11/2020).

    Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, saat memberikan sambutan sekaligus pengarahan pada acara Rapat Kordinasi Lembaga Sertifikasi Profesi di Jakarta, Selasa (17/11/2020).

    TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pusat Statitik (BPS) telah mencatat ada 2,56 juta orang yang menganggur akibat Covid-19. Dari total angka tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan mencatat ada 10 jenis pekerjaan yang paling banyak terjadi PHK.

    "Paling tinggi adalah agen dan perantara penjualan, dan pembelian. Sebesar 10,1 persen," kata Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah dalam rapat bersama Komisi Tenaga Kerja DPR pada Rabu, 25 November 2020.

    Lalu berturut-turut 9 pekerjaan berikutnya yaitu sebagai berikut:

    1. Pengemudi mobil, van, dan sepeda motor (7,3 persen)
    2. Buruh pertambangan dan konstruksi (6,7 persen)
    3. Tenaga perkantoran umum (6,7 persen)
    4. Teknisi Ilmu Kimia dna Fisika (5,6 persen)
    5. Tenaga Kebersihan, juru bantu rumah tangga, hotel, dan kantor (5,1 persen)
    6. Pekerja penjualan lainya (4,5 persen)
    7. Tenaga pengawas gedung dan kerumahtanggaan (4,5 persen)
    8. Pekerja kasar lainnya (3,9 persen)
    9. Buruh industri pengolahan (3,9 persen)

    Secara total, BPS sebenarnya mencatat ada 29,12 juta penduduk usia kerja (15-64 tahun) yang terdampak Covid-19. 24 juta di antaranya masih bekerja, tapi dengan pengurangan jam kerja.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Studi Ungkap Kecepatan Penyebaran Virus Corona Baru Bernama B117

    Varian baru virus corona B117 diketahui 43-90 persen lebih menular daripada varian awal virus corona penyebab Covid-19.