Formulasikan Kenaikan Cukai Rokok di 2021, Sri Mulyani Pertimbangkan 5 Hal Ini

Reporter:
Editor:

Rr. Ariyani Yakti Widyastuti

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan pemaparan saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat kerja tersebut beragenda mendengarkan penjelasan tentang PMK No. 70/PMK.05/2020 tentang penempatan uang negara pada bank umum dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

    Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan pemaparan saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020. Rapat kerja tersebut beragenda mendengarkan penjelasan tentang PMK No. 70/PMK.05/2020 tentang penempatan uang negara pada bank umum dalam rangka percepatan pemulihan ekonomi nasional. TEMPO/M Taufan Rengganis

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah masih melakukan formulasi terkait rencana kenaikan cukai rokok pada 2021 dengan mempertimbangkan sejumlah indikator. “Kami akan terus formulasikan kebijakan berdasarkan lima area yang dipertimbangkan,” kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Senin, 23 November 2020.

    Sri Mulyani menjelaskan, ada lima hal yang dipertimbangkan dalam menaikkan cukai rokok tahun depan. Kelima hal itu adalah bagaimana pemerintah mengurangi prevalensi angka merokok pada anak-anak dan perempuan, perlindungan, dan mendukung petani tembakau.

    Kemudian, mendukung para pekerja pabrik rokok khususnya yang produksinya masih menggunakan tangan, menekan rokok ilegal dan terakhir terkait penerimaan negara. “Kami masih akan terus formulasikan ini dan akan kami sampaikan pengumuman kalau sudah difinalkan keseluruhan aspek terutama di mana saat kita sedang menghadapi Covid-19,” ucap Sri Mulyani.

    Pendapatan di sektor cukai merupakan salah satu indikator yang tumbuh positif dalam realisasi APBN hingga Oktober 2020, di tengah sejumlah indikator yang mengalami kontraksi akibat pandemi Covid-19.

    Pemerintah melaporkan hingga Oktober 2020 realisasi penerimaan cukai mencapai Rp 134,92 triliun. Angka ini naik 10,23 persen dibandingkan periode sama tahun lalu mencapai Rp 122,40 triliun.

    Sementara target cukai dalam APBN 2020 sesuai Perpres 72 tahun 2020 mencapai Rp 172,2 triliun. Dari realisasi itu, cukai hasil tembakau mendominasi dengan pencapaian sebesar Rp 130,53 triliun.

    Angka tersebut tumbuh 11,72 persen dibandingkan periode sama tahun lalu mencapai Rp 116,83 triliun. Adapun hingga Oktober 2020, realisasi cukai hasil tembakau sudah mencapai 79 persen dari target Rp 164,94 triliun.

    ANTARA

    Baca: Sri Mulyani Sebut Guru Honorer yang Jadi PPPK Bisa Dapat Tunjangan Rp 4 Jutaan


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Waspada Generalized Anxiety Disorder, Gangguan Kecemasan Berlebihan

    Generalized Anxiety Disorder (GAD) adalah suatu gangguan yang menyerang psikis seseorang. Gangguannya berupa kecemasan dan khawatir yang berlebih.