Erick Thohir Tunjuk Dirjen Kemendag Didi Sumedi Jadi Komisaris Utama PT PPI

Reporter:
Editor:

Kodrat Setiawan

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Total harta kekayaan Menteri BUMN Erick Thohir sebesar Rp 2.3 Triliun menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Menteri berlatar belakang pengusaha ini memiliki surat berharga senilai Rp 1.6 Triliun dan 30 bidang tanah di Jabodetabek senilai total Rp 242.5 miliar. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    Total harta kekayaan Menteri BUMN Erick Thohir sebesar Rp 2.3 Triliun menurut Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Menteri berlatar belakang pengusaha ini memiliki surat berharga senilai Rp 1.6 Triliun dan 30 bidang tanah di Jabodetabek senilai total Rp 242.5 miliar. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

    TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjuk Didi Sumedi sebagai Komisaris Utama baru PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) menggantikan Lutfi Rauf yang ditugaskan sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir.

    "Pada hari ini, kami menyambut kehadiran komisaris utama yang baru di PT PPI (Persero), kami berharap dengan adanya perubahan susunan ini dapat membawa PPI menuju cita-cita perusahaan dan semakin berjaya," ujar Vice President Corporate Secretary PT PPI Syailendra dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin, 23 November 2020.

    Menurut Syailendra, Erick Thohir melakukan perombakan susunan dewan komisaris PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) yang tertuang dalam Keputusan Menteri BUMN nomor: SK-379/MBU/11/2020.

    Erick mengangkat Didi Sumedi menjadi Komisaris Utama PT PPI (Persero) menggantikan Lutfi Rauf yang kini menjadi Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir.

    Didi Sumedi saat ini merupakan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan.

    Syailendra menyampaikan PPI memberikan apresiasi kepada Lutfi Rauf atas integritas dan dedikasi yang tinggi selama menjabat Komisaris Utama PPI, yang dalam pengawasan dan arahannya mampu membawa perusahaan terus berkembang.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    6 Rumor yang Jadi Nyata pada Kelahiran GoTo, Hasil Merger Gojek dan Tokopedia

    Dua tahun setelah kabar angin soal merger Gojek dengan Tokopedia berhembus, akhirnya penggabungan dua perusahaan itu resmi dan lantas melahirkan GoTo.