Sandiaga Uno: 60 Juta UMKM Terdampak Covid-19, 85 Persen Bertahan Setahun

Reporter:
Editor:

Anton Aprianto

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pengerajin tengah menyelesaikan pembuatan tas kulit bermotif pulau pulau  di Indonesia di bengkel kerja Janji Pertiwi, Jakarta, Selasa 3 November 2020. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, realisasi kebijakan restrukturisasi kredit perbankan per 7 September 2020, mencapai Rp 884,5 triliun dari total 7,38 juta debitur,menyebutkan keringanan kredit itu dinikmati sebanyak 5,82 juta pelaku UMKM dengan nilai Rp 360,6 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    Pengerajin tengah menyelesaikan pembuatan tas kulit bermotif pulau pulau di Indonesia di bengkel kerja Janji Pertiwi, Jakarta, Selasa 3 November 2020. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengatakan, realisasi kebijakan restrukturisasi kredit perbankan per 7 September 2020, mencapai Rp 884,5 triliun dari total 7,38 juta debitur,menyebutkan keringanan kredit itu dinikmati sebanyak 5,82 juta pelaku UMKM dengan nilai Rp 360,6 triliun. Tempo/Tony Hartawan

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengusaha Sandiaga Uno mengatakan saat ini terdapat 60 juta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang terdampak COVID-19. Sandiaga Uno memperkirakan lebih dari separuhnya hanya bisa bertahan selama setahun.

    Oleh karena itu, menurut Sandaga Uno yang merupakan mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta dan bekas calon wakil presiden, UMKM membutuhkan perbaikan arus kas di tengah pandemi Covid-19 agar kegiatan bisnisnya tetap berjalan.

    "Saat ini terdapat 60 juta pelaku usaha UMKM yang terdampak COVID-19, sekitar 85,42 persen diperkirakan hanya mampu bertahan selama setahun," kata penggagas Relawan Indonesia Bersatu (RIB) saat memberikan orasi ilmiah wisuda online Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) IBS, Ahad, 22 November 2020.

    Menurut Sandiaga Uno, pelaku UMKM ini membutuhkan program pendanaan yang dapat mengatasi persoalan arus kas agar mampu bertahan di tengah tekanan ekonomi makro akibat pandemi Covid-19.

    "Mayoritas UMKM terutama usaha rumahan terkena dampak COVID-19 dari sisi pasokan dan permintaan. Karenanya, Indonesia Banking School (IBS) mesti mampu memberikan solusi itu," kata mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini.

    Seiring tren layanan keuangan ke digital, Sandiaga Uno mengatakan, "financial technology" (fintech) kini menjadi pembiayaan utama dibanding periode sebelumnya yang hanya sebagai pembiayaan alternatif. Artinya, menurut Sandiaga Uno, ada berkah bagi sebagian usaha, seperti pembiayaan dan pembayaran.

    Antara


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Apa itu European Super League?

    Pada 19 April 2021, sebanyak 12 mega klub sepakbola Eropa mengumumkan bahwa mereka akan membuat turnamen baru yang bernama European Super League.